Read more: http://bambang-gene.blogspot.com/2011/03/pasang-meta-tag-di-blog-supaya-seo.html#ixzz1FYQ9VUp5 TUNGKAL FOTOGRAFI: INFO TUNGKAL

TUNGKAL FOTOGRAFI

TUNGKAL FOTOGRAFI BELAJAR DAN SALING BERBAGI INFORMASI

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis
Ensiklopedia Tips Tutorial

Free Online Software Download

Silahkan Gabung

apakah anda suka

ARTIKEL TERBARU

Thumbnail Recent Post

Pelabuhan Roro Tungkal Jambi

Nuansa senja di kota tungkal pesisir jambi

Landscafe sunset lokasi sungai pengabuan

Sunset dan degradasi awan yang merupakan fenomena alam yang kita tidak dapat memprediksikannya kapan dia berubah

Sunset lokasi sungai betara

SUNSET

Saat senja menjelang di kota kuala tungkal pantai pesisir jambi

Tampilkan postingan dengan label INFO TUNGKAL. Tampilkan semua postingan


Lokasi Pasar Ternak Tungkal yg diresmikan pemakainnya oleh Bupati Tanjab Barat Drs.H.Usman Ermulan,MM bertempat di Jalan Lintas Tumgkal Jambi Desa Sungai Saren Kec Bram Itam.










Ternak yang akan di Jual dari Para Petani Ternak dg cara bertransaksi langsung....














Bupati dan Wakil Bupati saat meninjau pasar ternak setelah acara peresmian...












Bupati Menyerahkan penghargaan kepada salah satu petani terbaik dalam memelihara ternak..

Tanjung Jabung Barat dengan slogannya Kota BERSAMA ( Bersih Sejahtera Aman dan Makmur)dengan ibu kotanya Kuala Tungkal dengan heterogen masyarakatnya merupakan perwakilan suku yang ada di indonesia,dimana salah satu kabupaten yang di propinsi Jambi yang merupakan pintu gerbang SIJORI. di daerah ini kita akan mudah menemui becak. Kendaraan beroda tiga ini selama hampir 50 tahun menjadi transportasi utama bagi masyarakat yang tinggal di pesisir timur Jambi.

Penarik becak setempat, Muslim bercerita, dirinya memulai jasa menarik becak sejak tahun 2005. Muslim sebelumnya bekerja di sebuah kapal yang melayani pengantaran barang dari Batam menuju Kuala Tungkal. Ketika usaha kapal tersebut bangkrut, dia memutuskan untuk menetap di Kuala Tungkal, dan menikah dengan gadis setempat. Dari sisa tabungan, Muslim memesan sebuah becak dengan harga Rp 2 juta.

"Sampai sekarang, becak ini menjadi satu-satunya sumber penghasilan saya," ujar pria yang biasa mangkal di Jalan Parit I, Kuala Tungkal, Selasa (8/2/2011).

Menurut Muslim, becak paling diminati masyarakat Tungkal. Saking maraknya, diperkirakan lebih dari 1.000 becak beroperasi di kota kecil ini. Keberadaan becak bahkan menarik pendatang masuk Tungkal. Para pendatang dari Jawa maupun daerah lain di wilayah Sumatera turut menjadi penarik becak. Mereka memesan becak kepada Almarhum Kurnia, pembuat becak di Jalan Andalas, yang sekaligus kerap menyewakan becak kepada warga tidak mampu.

Istri Almarhum Kurnia, Jernih (70) mengenang masuknya becak sejak tahun 1965, diawali dengan pembelian becak dari Medan dan Jakarta. Pada waktu itu becak dianggap paling cocok dan aman untuk transportasi di daerah yang kerap banjir rob karena berada di Muara Sungai Pengabuan ini.

"Almarhum dan sejumlah temannya memesan becak dari Medan dan becak dari Jakarta. Becak diangkut dengan kapal kemari," tuturnya.

Pada becak Medan, sepeda pengayuh dibuat bersebelahan dengan penumpang. Model ini berbeda dengan becak dari Jakarta, yang pengayuhnya berada di belakang penumpang. Dalam perkembangannya, becak Medan lebih diminati, sedangkan becak Jakarta kini tak terlihat lagi di Kuala Tungkal. "Tukang becak di sini lebih suka pakai becak samping ala Medan, karena tidak perlu turun kalau ingin berbalik arah atau membelok di jalan yang sempit," tutur Jernih.

Karena ketertarikannya pada becak, Almarhum Kurnia membuka bengkel produksi becak di Jalan Andalas. Bengkel ini setiap hari didatangi banyak orang, baik yang ingin memesan pembuatan becak, atau sekadar mengganti onderdil yang rusak.

Menurut Jernih, usaha bengkel becak telah mengangkat perekonomian keluarga ini. Mereka berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga sekolah menengah atas, dan bahkan bisa naik haji pada tahun 2002.

Saat ini, keberadaan becak setempat seperti tengah memasuki senja kala. Kurnia sebagai satu-satunya pembuat becak di sana telah meninggal, empat tahun silam. Tidak ada satu pun yang mampu dan berminat meneruskan usahanya.

"Sekarang ini tidak ada lagi becak baru, karena tidak ada yang bisa membuat," ujar Jernih.

Selain itu, becak mulai tersaingi oleh sepeda motor. Semakin banyak penduduk yang menggunakan motor sendiri. Pengojek juga mulai marak beroperasi. Di dermaga dekat Jalan Parit I, pengojek dan tukang becak tampak bersaing, dengan memarkir kendaraan mereka berdampingan, sambil menunggu calon penumpang.

Baik Muslim maupun Jernih mengkhawatirkan, dalam lima atau sepuluh tahun lagi, becak mungkin segera hilang dari Kuala Tungkal. "Bagaimana becak bisa bertahan jika tidak ada yang bisa membuat atau memperbaiki yang rusak? Becak yang tersisa, nantinya pasti akan pensiun juga," tutur Muslim.

Sektor pariwisata pada saat ini menjadi harapan bagi banyak Negara termasuk Indonesia sebagai sektor yang dapat diandalkan dalam pembangunan ekonomi.

Masalah kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan pada saat ini sangat menonjol dan menjadi isu internasional yang mendapat perhatian khusus. Di sisi lain, justru kepariwisataan alam mengalami perkembangan yang meningkat dan signifikan. Kepariwisataan alam kemudian berkembang ke arah pola wisata ekologis yang dikenal dengan istilah ekowisata (ecotourism) dan wisata minat khusus (alternative tourism). wisata alam sangat berperan dalam menjaga keberadaan dan kelestarian obyek dan daya tarik wisata (ODTW) alam pada khususnya dan kawasan hutan pada umumnya. (Fandeli dan Mukhlison, 2000 dalam Gunarto, 2004)

Kabupaten Tanjab Barat dengan luas wilayah daratan kira2 5.503,5 Km2 sebagian besar merupakan kawasan hutan.

Sekilas memang Mangrove itu tidak menarik untuk dipandang selain berlumpur dan berawa-rawa namun apa yang terjadi jika dikelola dengan baik sebagai Ekologi wisata selain menjadi Laboratorium Alam Terbesar tentunya akan tetap menjaga ekosistem habitat satwa liar seperti burung, hewan-hewan reptil dan tentunya ikan dan udang

jenis tumbuhan yang menyusun hutan mangrove di pangkal babu, yaitu :api-api (Avicennia sp.),

Bakau (Rhizophora sp.), Pidada (Sonneratia sp.), Tancang (Bruguiera sp.), Mentigi (Ceriops sp.), Teruntum (Lumnitzera sp.), Buta-buta (Excoecaria sp.), Nyirih (Xylocarpus sp.), Perpat kecil (Aegiceros sp.), Perpat (Scyphyphora sp.) dan Nipah (Nypa sp.) dan lain-lain.

Untuk itu pengelolaan 200 hektare Hutan Mangrove di Tungkal Babu, Tanjab Barat, dijadikan Ekologi Wisata Hutan Mangrove

Objek wisata ini merupakan pantai pasir putih yang begitu indah, dengan panorama yang eksotis karena berhadapan langsung dengan Laut cina Selatan. Jarak tempuh dari pusat kota ke pangkal babu lebih kurang 40 menit dengan menggunakan perahu motor.

wibiya widget