Read more: http://bambang-gene.blogspot.com/2011/03/pasang-meta-tag-di-blog-supaya-seo.html#ixzz1FYQ9VUp5 TUNGKAL FOTOGRAFI: TEKNIK FOTO

TUNGKAL FOTOGRAFI

TUNGKAL FOTOGRAFI BELAJAR DAN SALING BERBAGI INFORMASI

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis
Ensiklopedia Tips Tutorial

Free Online Software Download

Silahkan Gabung

apakah anda suka

ARTIKEL TERBARU

Thumbnail Recent Post

Pelabuhan Roro Tungkal Jambi

Nuansa senja di kota tungkal pesisir jambi

Landscafe sunset lokasi sungai pengabuan

Sunset dan degradasi awan yang merupakan fenomena alam yang kita tidak dapat memprediksikannya kapan dia berubah

Sunset lokasi sungai betara

SUNSET

Saat senja menjelang di kota kuala tungkal pantai pesisir jambi

Tampilkan postingan dengan label TEKNIK FOTO. Tampilkan semua postingan

Kami kira sudah pada tahu kan apa itu strobist ? Secara umum, definisi strobist adalah teknik fotografi memotret menggunakan flash/blitz secara off-shoe atau off-camera atau flash terpisah dengan body kamera.

Lalu apa itu Grid Spots ? Nah Grid Spots atau sama dengan Snoot sendiri adalah salah satu perlengkapan strobist yang fungsi utamanya untuk mengurangi cahaya yang keluar dari flash. Dan cahaya yang dihasilkan jika menggunakan grid spots/snoot akan lebih fokus ke satu titik.
Keuntungan menggunakan grid spots/snoot ini adalah kita bisa memposisikan dan mengatur arah cahaya, intensitas, cahaya untuk menghasilkan pencahayaan yg kita inginkan agar menghasilkan efek cahaya yang lebih baik dan dramatis. Untuk yang baru belajar teknik fotografi ini, baca juga artikel tentang Berbagai Teknik Pencahayaan Fotografi untuk mempejalari lebih lanjut tentang teknik pencahayaan strobist.
Grid Spots sendiri fungsinya hampir sama dengan Honeycomb yaitu untuk menembakan cahaya langsung terarah dan terpusat pada bagian obyek, cara ini juga dipakai untuk menghindari flare karena kamera menghadap pada arah datangnya cahaya.

Tips Membuat Snoot atau Grid Spots

Baiklah berikut ini cara murah dan mudah membuat perlengkapan strobits bernama grid spots/Snoot dari sedotan minuman. Perlengkapan yang dibutuhkan : Lakban Hitam, Kertas Karton, Gunting, Lem, Sedotan berwarna hitam (diameter +/- 0.5cm), penggaris, flash external dan wireless trigger untuk mencoba, dam pena.
  1. Potong-potong sedotan warna hitam dengan ukuran panjang 2cm. Panjang potongan akan berpengaruh pada cahaya yang dihasilkan. Semakin panjang, semakin sempit cahaya yang keluar dan begitu juga sebaliknya semakin pendek, maka cahaya yang dihasilkan semakin lebar.
    Membuat Grid Spots
  2. Desain karton yang sudah disiapkan menggunakan pena dan penggaris. Lebar dan panjang sesuaikan ukuran flash yang anda gunakan. Contoh berikut dengan lebar 5cm dimana 2cm untuk menempel sedotan, dan 3cm bagian yang masuk ke body flash.
    Tips Membuat Snoot
  3. Setelah proses mendesain sudah selesai, tekuklah setiap bagian sudutnya sampai membentuk kotak seukuran body flash Anda.
    Cara Mudah Membuat Grid Spots
  4. Kemudian tempel potongan sedotan sudah dipotong-potong tadi dengan lem (sangat disarankan jangan menggunakan lem yang keras seperti alteco karena mudah lepas). Tempel satu persatu hingga semua bagian sampai penuh menjadi bentuk kotak seperti gambar di bawah ini.
    Tips Murah Membuat Snoot
  5. Setelah semua penuh, coba terlebih dahulu untuk dipasang di flash. Kalau sudah pas, pasang solasi/lakban warna hitam di bagian luar. Selain sebagai perekat, memasang lakban hitam juga dapat mengubah bentuk snoot buatan ini menjadi keren.
    Tips Menggunakan Snoot untuk Strobist
Sampai di sini, grid spots atau snoot buatan sendiri sudah siap untuk digunakan untuk bermain strobist dengan murah meriah. Di bawah ini adalah contoh hasil menggunakan snoot buatan sendiri dengan dua versi. Sebelah kiri adalah hasil grid spots menggunakan sedotan yang dipotong sepanjang 5cm, sedangkan yang kanan menggunakan sedotan yang dipotong 2cm.
Contoh Hasil Menggunakan Snoot atau Grid Spots
Sudah kebayang bagaimana cahaya yang dihasilkan jika menggunakan snoot atau grid spots buatan sendiri ini ? Dengan efek cahaya seperti gambar di atas, Anda bisa bermain dengan efek cahaya dari snoot untuk memotret apa saja. Portrait menggunakan snoot juga akan lebih dasiat efeknya. Untuk motret figur kecil seperti danbo misalnya juga lebih bagus untuk mendapatkan foto danbo foto yang dibuat dengan teknik ini mampu memberi kesan profesional, berkarakter, berdimensi dan unik.
Semoga sharing tentang teknik membuat snoot atau grid spots sebagai perlengkapan strobist ini bisa bermanfaat. Kalau ada yang murah kenapa harus mahal ? karena bagi fotografer penguasaan teknik pencahayaan sangatlah penting jadi selamat mencoba. Baca juga Teknik Dasar Pencahayaan atau Lighting.
Apakah tulisan ini berguna ? Jika demikian, silakan menyebarkannya
source : tips fotografi.net

Pernahkah kamu melihat sebuah foto, terutama portrait, dan bertanya-tanya bagaimana fotografernya mendapatkan pencahayaan yang begitu sempurna untuk objeknya? Kamu mungkin bertanya “Flash macam apa yang dipakainya?” atau “Bagaimana pengaturan di kameranya untuk bisa mendapat pencahayaan seperti itu?” Rahasianya adalah: strobe. Apa itu? Mungkin kamu mengenalnya sebagai lampu studio. Kamu juga bisa menggunakannya. Tapi sebelum kamu menyewa perlengkapan lighting, kita pelajari dulu bagaimana cara kerja dan penggunaannya.
1. Bagaimana mereka melakukannya
Intinya, rahasia mendapatkan pencahayaan yang sempurna di lokasi yang sepertinya tidak mungkin disinari matahari dengan baik, adalah strobe.
Strobe adalah cahaya – cahaya yang berfungsi sebagai flash pada kamera dSLR – yang secara spesifik ditempatkan dan diarahkan ke sebuah objek. Perbedaan antara strobe dan built-in flash (atau flash yang dipasang pada hotshoe) adalah bahwa flash tersambung langsung dengan kamera – yang berarti bagaimanapun kamu menyesuaikan kamera, flash akan selalu ditembakkan dari arah yang sama dengan arah lensa, sehingga meninggalkan bayangan pada apapun yang ada di belakang objek, dan merusak foto, menghasilkan cahaya yang tidak nyata pada objek. Sedangkan strobe, kebalikannya, bisa ditempatkan dimanapun kamu inginkan, memungkinkannya untuk menambahkan cahaya dari bawah/atas/kiri/kanan objek dengan sinar yang lebih nyata dan lembut sehingga foto lebih enak dilihat.
2. Kenali kebutuhanmu
Sekarang kamu sudah tahu pentingnya menggunakan strobe, dan berikut daftar perlengkapan yang kamu perlukan untuk mempelajari teknik ini:
  • Sebuah strobe/Light Head. Inilah yang akan memberi cahaya awal untuk peneranganmu.
  • Sebuah diffuser. Biasanya putih, gunanya menyebarkan cahaya keras yang datang dari strobe. Ada banyak jenis diffuser, Octobox dan Softbox adalah yang paling populer.
  • Sync Cord. Ini adalah kabel yang digunakan untuk menyambungkan kamera dengan strobe, sehingga strobe bisa bekerja seperti flash. Kabel ini akan selalu datang satu paket dengan strobe. Tapi ada juga sitem wireless yang memakai transmitter & receiver.
  • Hot Shoe Adapter. Hanya dibutuhkan bila kamu menggunakan sistem dengan sambungan kabel.
  • Baterai Portable. Hanya diperlukan bila kamu melakukan pemotretan dimana tidak ada sambungan listrik.
Setelah semua perlengkapan siap, kamu bisa mulai belajar menggunakannya.
3. Menyesuaikan kamera
Setelah mengatur sistem pencahayaan, kita siap untuk mengatur setting kamera sehingga bisa bekerja sama dengan lighting tambahan. Tiga elemen terpenting yang perlu disesuaikan adalah aperture (F-Stop), shutter speed, dan ISO.
Karena kita akan menggunakan jumlah cahaya yang besar lewat strobe, maka kita harus mengatur aperture agar cahaya tambahan ini tidak membuat foto menjadi over-exposed. Umumnya, aperture yang dibutuhkan pada kondisi seperti ini sekitar f/8 – f/12.
Untuk shutter speed, diperlukan angka sekitar 1/200 detik. Ini akan memberi strobe cukup waktu untuk menangkap seluruh frame sementara shutter speednya cukup cepat untuk menghasilkan foto yang tajam, tanpa motion blur.
ISO mungkin adalah elemen paling penting dari foto, karena bisa membuatnya berhasil atau malah rusak. Pada situasi penggunaan strobe, dibutuhkan ISO sekitar 100 – 400.
4. Menempatkan & mengarahkan lampu
Pencahayaan sangat penting untuk kesuksesan foto. Kamu harus paham bahwa sekedar mengarahkan lampu ke arah objek tidak akan menjamin hasil yang sempurna. Lampu bisa ditempatkan di posisi manapun yang diinginkan untuk menambah jumlah cahaya yang tepat pada objek. Kamu perlu memikirkan dimana harus memposisikan lampu untuk mengangkat profil terbaik dari objek. Cahaya matahari bisa dimanfaatkan untuk mendukung strobe. Biasanya pengaturan awal adalah meletakkan lampu sekitar 1,5-2m dari kamera, yang berarti antara 1-6m dari objek. Tempatkan lampu di kiri atau kanan kamera; dimanapun yang tidak menimbulkan bayangan yang bisa tertangkap kamera. Kamu bisa coba meletakkan strobe 1,5m di kanan kamera lalu mengarahkannya ke objek. Ini akan memberikan cahaya pada bagian samping objek, bukan di depan, sehingga bisa memberikan kesan indah, nyata, dan bersih pada foto.
Dougie Cunningham menggunakan dua strobe, dan diffuser yang digunakan adalah umbrella. Cermin di sebelah kiri model berguna sebagai pemantul, sehingga cahaya seimbang dari kiri, kanan, dan depan.
Hasil yang didapat dari set-up diatas. Objek mendapat cahaya yang merata, lembut, dan tanpa bayangan yang kasar.
5. Kesimpulan: kreatiflah
Sekarang setelah kamu sudah punya pengetahuan teknis, saatnya bersenang-senang dan jadi kreatif. Dari arah mana kamu ingin cahaya datang? Apakah kamu suka backlight (seperti foto paling atas di artikel ini)? Apakah kamu ingin bayangan dramatis pada satu sisi objek? Apakah kamu ingin menambah satu atau dua sumber cahaya untuk menerangi objek lain dalam foto? Haruskah sekeliling objek ikut diterangi? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri saat memotret. Pikirkan kreativitas, hasil akhir, dan pastikan foto akan mudah di-edit saat kamu memprosesnya di Photoshop, Lightroom, atau editor lain.


Saya menemukan rata-rata para fotografer yang memberikan tutorial online memakai flash dan peralatan studio yang lengkap, teknik low key, high key, one light setup, three lightning setup, dan lain-lain, semua foto serasa bisa diwujudkan.




Dari semua teknik strobist, yang bikin saya penasaran di awal adalah teknik low key, keren kali ya bisa bikin background hitam di siang hari dengan strobist. Jadi saya memutuskan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan. Sharing di sini bukan ada pesan sponsor merek, hanya sekadar berbagi.

Sudah pasti beli Flash, tersedia produk dari brand asli atau pihak ketiga, kantong kita juga harus disesuaikan. Karena ini hanya untuk menjawab rasa penasaran saya atas low key tadi, saya putuskan untuk membuat list belanjaan. flash pihak ketiga masuk daftar belanjaan, YongNuo, flash sejuta umat di Indonesia. Masih mencari info lengkap strobist dan peralatan lain, dan seiring perjalanan saya ragu sepertinya tidak mungkin cuma beli flash, pasti banyak racun lain.

Dan ternyata benar saya teracuni tentang mobile studio, dimana cukup punya 1 set strobist umbrella untuk pemula belajar. Dan bisa ditebak list belanjaan bertambah.

Bikin list belanjaan pun bingung barang apa saja yang harus dibeli buat bikin strobist umbrella one lighting, bagaimana itu payung bisa nempel di light-stand, lalu bagaimana flash yang jauh dari kamera bisa jepret berbarengan, dan saya tidak menemukan info dan foto close up detail instalasi barang yang dibutuhkan untuk membuat strobist umbrella.

Oh ya, saya putuskan buat belanja online karena keterbatasan tempat tinggal tadi. Mungkin beberapa berpikir kenapa gak ke toko kamera? Bukan negative thinking, tapi takutnya kita membeli barang yang tidak kita butuhkan karena kekurangan info. Jadi cari info dulu sebelum belanja peralatan fotografi anda, sudah banyak review dan perbandingan di dunia online.

Akhirnya saya menemukan seller online yang baik, dia mau melengkapi daftar belanjaan saya untuk menghadirkan strobist umbrella one lighting. Jadi di bawah ini saya akan share apa saja kebutuhan dasar, tips membeli dan cara instalasinya.





Daftar list perlengkapan strobist :

* 1A Flash dan 1B OmniBounce


1A Flash. Flash ada yang keluaran Nikon atau Canon, ada juga yang third party, biasanya made in Chinaseperti YongNuo. Sesuaikan budget dan kebutuhan, saya pribadi karena untuk belajar memilih flash third party. Fitur Flash ada yang Manual dan ada yang TTL.

Flash dengan fitur Manual berarti kita mengatur sendiri besarnya kekuatan cahaya yang dikeluarkan. Sedangkan Flash dengan fitur TTL (Through The Lens) memiliki program untuk menyesuaikan dengan keseluruhan exposure saat menjepret, untuk itulah biasanya flash dilengkapi fitur TTL harganya lebih tinggi.


Pada Flash third party fitur TTL tidak secanggih Flash Nikon Canon tentunya. Pastikan jika membeli third party flash sesuaikan dengan kamera yang kita pakai, karena ada perbedaan pin flash-shoe.



* 1B OmniBounce.


Dipasangkan pada kepala flash, berfungsi membuat cahaya lebih lembut dan menyebarkan cahaya lebih luas. Berguna untuk indoor, tembakan saja Flash yang sudah dipasangi omnibounce keatas, maka seisi ruangan akan mendapat cahaya lebih soft. Ini pembelian optional, tujuan saya membeli ini agar bisa dipakai dalam keadaan onshoe-flash di body kamera. Pastikan ketika membeli omnibounce sesuai dengan merek dan type flash.



* 2A Flash Trigger Unit dan 2B Flash Receiver unit Flash Wireless Trigger


Flash trigger wireless ini adalah komponen penting agar bisa melakukan off-shoe Flash. Dalam satu paket pembelian terdiri dari Trigger dan Receiver. Pastikan ketika membeli unit sesuai kamera yang kita pakai, karena memiliki pin flash-shoe yang berbeda setiap merek.


Prinsip kerjanya sederhana: Trigger itu bertindak sebagai pengganti flash dan kamera membaca itu sebagai flash. Melalui gelombang radio, flash yang sudah diletakkan diatas Receiver akan menerima sinyal dari Trigger untuk menembakkan flash ketika kamera menjepret.

* 3 Flash Shoe Umbrella Holder, 4 White Umbrella, dan 5 Light Stand.


Mobile studio dengan strobist umbrella lengkap jika membeli 3 alat penting ini. Light-Stand memiliki tinggi rata-rata 1,8 meter jika dipanjangkan dan dilipat sekitar 1 meter, ada yang dilengkapi dengan air-suspension agar halus ketika memanjangkan dan memendekkan light stand.

Umbrella putih transparan ini memberikan efek cahaya lembut dan menyebar merata. Ada banyak jenis umbrella sesuai kegunaan masing-masing. Jenis putih transparan ini termasuk wajib dimiliki pertama kali.

Ujung dari lightstand berbentuk lancip dan harus ada Flash-Shoe agar flash dan umbrella bisa menempel, dari yang berbahan plastik sampai metal.






6 Battery charger dan 7 Battery rechargeable


Ini adalah pembelian optional jika anda mempunyai budget berlebih. Battery yang bisa dicas berulang kali dan Battery charger-nya, disini saya pakai Sanyo Eneloop.


Yang ada di pikiran saya adalah ekonomis dan lebih hemat jika membeli battery yang bisa di cas berulang kali, rata-rata bisa di cas sampai 1500 kali, dibandingkan kita membeli battery biasa.



Setelah semua barang tersedia, mari kita lakukan instalasi agar bisa dipakai utuh. Berikut ilustrasi nya :


1. Dimulai dari memasang Trigger di kamera. Cukup memasukkan saja Pin Trigger ke slot pin di kamera kita. Nyalakan Trigger setelahnya.





2. Yang kedua memasang Flash di Lightstand. Urutannya Ujung Lightstand Flash Shoe Receiver Flash. Setelah terpasang nyalakan Receiver dan Flash.



3. Setelah semua instalasi selesai dan semua sudah menyala, coba pencet setengah tombol shutter di kamera, Lampu Trigger dan Receiver akan saling menyala, pertanda instalasi sudah benar. Selanjutnya? Selamat berstrobist ria!



Semoga sharing ini bermanfaat. Sesuaikan belanja peralatan dengan kebutuhan fotografi kita. Cari informasi produk sebelum membeli. Salam jepret.




source : Salmonstudio, Photographer freelance di kota Metro, Lampung twitter @salmonleft




Jika alasan utama anda untuk memotret panoramic adalah untuk dicetak, disarankan untuk menghindari posisi kamera yang terlalu dekat dengan tepian sebuah pemandangan. Contohnya, jika anda menempatkan kamera anda di tepi atau ujung sebuah jembatan, pinggiran jembatan tersebut akan hilang dari panorama, jadi anda tidak mendapatkan kelengkungan objek untuk proses post production menjadi gambar 3600.
Ketika memotret untuk dilihat dalam komputer secara interaktif, cobalah untuk menambahkan sin anda dengan sesuatu yang menarik, terutama jika anda menggunakan lensa wide angle. ber eksperimen dengan posisi kamera anda dalam mendapatkan latar depan atau close-up sebanyak kejadian atau sesuatu yang menarik di sekitarnya.
Jika matahari sedang sangat menyengat dan menyebabkan masalah terlalu banyaknya cahaya dalam sin anda, cobaalah untuk memposisikan kamera di tempat dimana cahaya matahari tidak secara langsung ter arah ke kamera. (Contohnya, sejajarkan dengan pohon agar pohon tersebut dapat menahan sorotan cahaya matahari dari satu sisi).

Terlalu banyak latar depan yang kosong

Terlihat sedikit lebih baik, tapi keseluruhan tampak jauh dengan banyaknya latar depan yang masih kosong

Adanya orang menghasilkan latar depan yang menarik

Untuk menghindari langit biru yang kosong dalam panorama di atas, gambarnya diambil dari bawah pohon palem, sekaligus membantu mengurangi intensitas cahaya matahari



FLash Shoe Spirit Level
Tripod anda mungkin sudah mempunyai spirit level, juga panoramic head anda, dan mungkin anda membeli sendiri spirit level untuk kamera flash hot shoe anda. Anda juga mungkin mempunyai spirit level yang pas untuk tripod dan panoramic head dan memungkinkan anda untuk mengatur kedua nya dalam posisi yang mendatar. Anda juga mungkin berfikir "apakah semua ini penting?". Jawaban yang paling sederhana adalah "tidak", tetapi tentu saja perlu dijelaskan mengapa dan kapan ini diperlukan.
Mengapa posisi mendatar itu baik?
Umumnya, jika anda memotret panorama anda juga memotret :
  1. Panorama silindris dimana kamera seharusnya paralel dengan garis mendatar, sehingga ketika proses penggabungan gambar selesai, garis datar yang diperoleh lurus dari kiri ke kanan.
  2. Panorama silindris dimana anda sengaja menginginkan garis mendatar tersebut terdistorsi menjadi bergelombang untuk mendapatkan efek dramatis ketika gambar di cetak
  3. Panorama bulat dimana anda dapat memandang ke segala penjuru termasuk atas dan bawah
Dalam segala situasi, anda perlu memastikan ketika anda mempersiapkan peralatan anda semuanya aman terkendali. Apakah kamera sudah terpasang di panoramic head dengan benar? Apakah spirit level di tripod atau panoramic head anda sudah menunjukkan bidang yang datar? Perlu ditekankan disini bahwa spirit level diperlukan untuk memastikan hasil foto anda berhasil, bahkan jika anda tidak benar-benar dalam bidang yang datar.
Pastikan semua peralatan anda termasuk kamera sejajar dengan bidang datar. Selanjutnya anda perlu memastikan peralatan anda terpasang dengan benar (untuk yang menganggap spirit level itu berguna) kecuali juka anda ingin memotret tanpa mempedulikan bidang yang datar atau tidak. Dan untuk panorama bulat, anda dapat meluruskan kembali bidang datar tersebut setelahnya (menggunakan software panggabung).
Beberapa koreksi ketika tidak menggunakan spirit level
Gambar berikut ini menggambarkan beberapa persoalan yang mungkin anda hadapi jika anda memotret panorama silindris tanpa menggunakan spirit level. Bisa lebih buruk lagi, contohnya jika anda memotret dengan tangan kosong dan foto anda yang pertama sampai terakhir tidak bertautan garis bidang datarnya (mungkin anda tidak sengaja sedikit menundukkan atau menengadahkan kamera ketika anda berputar)
Pemandangan hutan tanpa memperhatikan bidang datar (simulasi)
Gambar yang sama, menunjukkan bidang yang dapat di crop
Gambar yang sama setelah di crop (daerah yang hitam menunjukkan banyaknya gambar yang hilang)
Memeriksa kedataran
Berikut beberapa daftar agar peralatan anda berada dalam bidang datar :
  1. Tripod. Pastikan tripod anda stabil, semua kaki nya terkunci dengan sempurna. Tempatkanlah di bidang yang menurut anda paling datar dan periksa kembali spirit levelnya.
  2. Spirit level
  3. Panoramic head. Cobalah mencocokkan kedatarannya dengan spirit level anda, aturlah agar tetap stabil dan ketika terjadi penambahan beban atau ketika diputar tingkat kedatarannya tidak berubah
  4. Jika anda menggunakan panoramic head bulat, aturlah lengan putarnya agar searah bidang datar dan periksalah kedatarannya sebelum dipasangkan kamera. Ketika anda memasangkan kamera, periksa lagi kedatarannya.
  5. Kamera, Jika kamera anda ada flash hot shoe nya, tempatkan spirit level disana untuk memastikan kamera anda berada dalam bidang datar
  6. Periksa : Putar kamera seperti anda sedang memotret panorama dan pastikan kamera anda tetap berada dalam bidang datar
Panorama bulat : tidak membutuhkan posisi datar
Jika anda memotret panorama bulat penuh, anda tidak membutuhkan kedataran sebab anda dapat mengatur bidang datarnya setelah pemotretan menggunakan software. PTGui dan RealViz Stitcher memungkinkan anda untuk mengatur bidang datar dengan mudah. Berarti selama perlengkapan anda terpasang dengan sempurna, anda tidak perlu memeriksa kedatarannya, tentu saja ini menghemat sedikit waktu anda.
Diunduh dan diterjemahkan dari : http://www.panoguide.com/howto/panoramas/level.jsp


Pernah mencoba memotret dengan teknik light painting? kalau belum anda harus mencobanya. Memotret dengan teknik light painting adalah hal yang sangat mengasyikkan dan salah satu penggunaan kreatif shutter speed. Dalam fotografi light painting, kita membuka shutter dalam waktu yang cukup lama (long exposure), memotret dalam kegelapan dan mengarahkan sumber cahaya terarah (misal lampu senter) pada beberapa titik obyek foto dalam rentang sepanjang shutter terbuka.

Hyperjump
Teknik foto light painting atau light graffiti tidak membutuhkan banyak biaya, hal utama yang membedakan foto light painting bagus dan yang biasa-biasa saja adalah kreatifitas dan kemauan kita untuk mencoba. Dengan teknik ini, kita menggunakan sumber cahaya sebagai kuas layaknya lukisan.
Tujuan utama teknik foto “melukis dengan cahaya” adalah kita menerangi beberapa area atau titik pada obyek sehingga hanya hanya daerah yang diterangi tersebut yang terekam di foto. Penggunaan kreatif lain adalah untuk membentuk pola cahaya yang unik. Semua tergantung visi anda.

Apa Saja Yang Dibutuhkan?

Beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk mencoba teknik ligh painting:
  1. Sebuah kamera dengan kontrol manual, terutama yang dilengkpai dengan mode bulb. Ini diperlukan karena waktu exposure bisa diatas 30 detik. Sebagai contoh, foto mobil diatas dihasilkan dengan 113 detik
  2. Sebuah tripod
  3. Sumber cahaya: lampu senter, flash eksternal, lampu belajar, obor elektrik, lilin dll sesuai selera. Makin beragam sumber cahaya serta pilihan warnanya makin banyak opsi kreatif kita.
  4. Shutter release, atau jika tidak teman yang rela memencet tombol shutter
Fire

Foto Light Painting: Uji Coba Pertama

Foto light painting bisa dicapai dengan banyak cara, namun kalau anda baru pertama kali mencoba berikut beberapa langkah awal yang bisa diikuti:

  1. Cari tempat yang gelap. Anda bisa mencobanya dikamar dengan lampu dimatikan. Jika anda mencobanya di luar ruangan, usahakan tidak ada sumber cahaya lain yang masuk ke foto (memang tdak harus tapi untuk awal agar lebih mudah)
  2. Tentukan obyek foto yang akan anda sinari, lalu tentukan bagaimana anda akan menyinarinya
  3. Alternatif lain adalah memotret pola sumber cahaya: anda bisa menggunakan lampu senter untuk menulis kata atau meniru bentuk tertentu
  4. Set kamera di posisi bulb mode, artikel ini membahas mode bulb secara tuntas
  5. Gunakan aperture yang moderat. Antara f/4 sampai F/8 adalah pilihan awal yang bagus
  6. Gunakan kabel release shutter lalu kunci di posisi lock, kalau anda tidak memiliki kabel release cari teman yang mau memencetkan tombol shutter sesuai waktu exposure yang dibutuhkan
  7. Sekarang mulailah gunakan sumber cahaya untuk menerangi beberapa titik/area obyek foto atau mulailah membuat bentuk sesuai keinginan anda tadi
  8. Usahakan anda tidak berdiri antara sumber cahaya dan lensa, kalau cahaya dari lampu ke lensa terhalang oleh badan anda maka hasil foto akan tampak ada siluetnya
  9. Usahakan lama penyinaran antara satu titik ke titik lain sama waktunya agar hasil foto tampak lebih halus
  10. Setelah selesai ‘melukis”, lepaskan tombol shutter (atau kabel release)
  11. Lihat hasil akhir foto, kalau anda belum puas dengan foto akhir, ulangi lagi. Kadang diperlukan beberapa kali usaha untuk menentukan waktu exposure yang bagus sesuai dengan kekuatan sumber cahaya anda
The Hollow Line - Light Graffiti
F/4, 240 detik, bulb. perhatikan bahwa kedua model diatas harus berpindah dari satu titik ke titik lain

Eksperimen Adalah Kunci

Agak susah untuk mengetahui waktu exposure yang pas di mode bulb hanya dengan sekali percobaan, maka jika foto pertama terlihat jelek ulangi lagi dan sesuaikan waktu. Anda bisa menggunakan timer untuk menentukan waktu bulb yang paling pas. Jangan lupa juga cobalah sumber cahaya yang bervariasi. Cobalah beberapa warna sumber cahaya: merah, biru, kuning dll. Cobalah variasikan obyek foto. Kreatifitas itu menyenangkan bukan? Lihat juga galeri 20 foto light painting spektakuler.
Nah selamat mencoba!


Cahaya adalah salah satu pertimbangan terpenting untuk fotografer. Pada dasarnya, setiap fotografer menangkap efek cahaya dari setiap obyek, misalnya di ambil dari cahaya alami atau kehangatan dari cahaya lampu pijar. Fotografer yang memahami bagaimana mata dan lensa merasakan spektrum warna dan membuat cahaya tersebut berguna dalam fotografi.


Warna Spectrum
Diantara kedua cahaya matahari dan lampu pijar buatan akan terlihat putih dengan mata telanjang. Tetapi, jika anda sorotkan melalui sebuah prisma, cahaya ini akan berpencar dan terbagi dalam wara pelangi. Efek ini menunjukkan bagaimana warna putih ada di setiap warna spektrum.
Ketika cahaya mengenai obyek, obyek tersebut menyerap beberapa warna spektrum dan memantulkan kembali sebagian besar warna lain. Banyaknya warna yang tidak di serap oleh obyek tetapi dipantulkan kembali ke mata kita adalah warna yang terlihat oleh mata manusia. Misalnya, tembok putih kebanyakan memantulkan spektrum warna hitam. Sehingga mata kita (sama hal nya lensa kamera) melihat sebagai warna putih. Sementara mawar merah memantulkan banyak spektrum warna merah dan menyerap sisa warna lain dalam spektrum, dan obyek hitam menyerap hampir keseluruhan spektrum warna.
Warna Natural dalam Fotografi Berwarna
Warna natural dalam fotografi tidak se konsisten yang anda fikirkan. Pada waktu yang berbeda dalam satu hari, nuansa berbeda dalam spektrum warna mendominasi cahaya natural. Misalnya, di tengah hari, warna biru dalam spektrum warna di dominasi warna biru, menghasilkan caya “sejuk”. Foto yang di ambil pada tengah hari menghasilkan gambar yang paling jernnih, paling tajam dalam cahaya yang cerah.
Dalam kontras, warna cahaya pada waktu matahari terbit dan tenggelam lebih di dominasi oleh warna merah dalam spektrum warna. Biasa disebut sebagai cahaya hangat dalam dunia fotografi, cahaya matahari terbit dan tenggelam menghasilkan gambar yang lebih hangat dengan kontras yang lebih lembut.
Cahaya Buatan dalam Fotografi
Ketika fotografer menggunakan sumber pencahayaan buatan, efek cahayanya tergantung pada jenis bohlam yang digunakan. Cahaya lampu pijar yang tersebar hangat menghasilkan efek yang berbeda secara dramatis dari yang dihasilkan oleh lampu jalan yang bercahaya tajam, sebarannya sempit, dan terfokus.
Foto yang diambil dengan lampu pijar biasanya menghasilkan gambar kekuningan. Fotografer dapat mengubah pewarnaan ini dalam dua cara. Yang pertama adalah menggunakan filter biru untuk mengalahkan warna kuningnya. Jika anda memilih menggunakan kamera film daripada kamera digital, anda dapat menggunakan film tungsten yang dirancang untuk lampu studio professional. Walaupun tidak sengaja dirancang bersama lampu pijar, film tungsten dapat mengurangi tone kuning, banyak digunakan dalam fotografi dalam ruangan.
Lampu neon menyebarkan cahaya yang seringkali terlihat sebagai cahaya ke hijauan. Menggunakan filter neon atau siang hari membantu menghilangkan warna yang tidak menarik.
Lampu jalan, sama seperti lampu neon, akan menimbilkan efek warna ke hijauan. Walaupun begitu, fotografer dapat menggunakan efek ini sebagai suatu efek yang menguntungkan: dalam kegelapan, efek kehijauan ini dapat menghasilkan efek yang misterius dan berhantu.
Cahaya yang Menyebar dan Cahaya Langsung dalam Fotografi
Arah cahaya dalam fotografi itu penting: angle cahaya yang berbeda menghasilkan bayangan yang berbeda, mengubah penampakan subjek anda.
Cahaya dalam fotografi dapat di sebarkan atau langsung. Cahaya langsung, seperti cahaya dari sinar matahari siang hari, mengenai subjek dari satu arah. Jika anda mencari kontras tinggi antara cahaya dan bayangan, cahaya langsung adalah pilihan yang tepat.
Sementara itu, cahaya menyebar mengenai objek dari arah yang berlainan. Lampu neon adalah salah satu contoh cahaya yang menyebar dalam fotografi. Kekurangan kontras dari penyebaran cahaya menghasilkan warna yang lembut.
Kamera Digital dan Pencahayaan dalam Fotografi
Kamera digital hadir dengan setting pencahayaan yang khusus. Berikut beberapa setting yang umumnya ada di digital kamera :
- Auto : ketika anda ingin kamera anda beradaptasi terhadap perubahan cahaya
- Cloudy : untuk penggunaan outdoor dalam cuaca mendung
- Dayllight atau Sunny : untuk penggunaan outdoor dan menghadirkan cahaya matahari
- Flash : untuk memotret gambar dengan flash
- Fluorescent : untuk suasana yang di dominasi lampu Neon atau Fluorescent
- Incadescent atau Tungsten : untuk lampu bohlam atau lampu pijar
- Manual : ketika anda ingin mengatur pencahayaan setiap shot nya. Ini memerlukan kecermatan fotografer denngan memotret kan kamera ke kertas putih untuk mengubah setting cahaya secara manual.
Fotografi berwarna atau Hitam Putih?
Sementara pencahayaan sangat penting untuk fotografi berwarna, lebih penting lagi untuk fotografi hitam putih atau sepia. Sementara tampaknya hal ini berlawanan dengan intuisi, kurangnya warna berarti fitur kunci dari fotografi hitam putih adalah kontras antara cahaya dan bayangan.
Aturan dasar pencahayaan dalam fotografi yang berlaku untuk foto hitam putih sama seperti foto berwarna. Misalnya, cahaya langsung menciptakan kontras yang lebih tinggi daripada cahaya menyebar. Karena kontras antara cahaya dan bayangan lebih terlihat jelas dalam fotografi berwarna, sang fotografer harus memilih cahaya langsung ketika mengatur settingannya.
Cahaya adalah salah satu pertimbangan terpenting untuk fotografer. Pada dasarnya, setiap fotografer menangkap efek cahaya dari setiap obyek, misalnya di ambil dari cahaya alami atau kehangatan dari cahaya lampu pijar. Fotografer yang memahami bagaimana mata dan lensa merasakan spektrum warna dan membuat cahaya tersebut berguna dalam fotografi.


Kamera digital dan film dewasa ini menawarkan fitur manual focus. Pengalaman para fotografer dan videografer pada masa sebelum film digital menganggap auto focus adalah sebuah keajaiban, dan mereka menyambutnya dengan sangat antusias ketika auto focus diperkenalkan sebagai fitur baru di kamera.

Ada beberapa alas an untuk menggunakan auto focus, diantaranya : cepat, akurat, dan memungkinkan fotografer untuk berkonsentrasi hanya pada komposisi, pencahayaan, framing, dan factor teknis dan artistic untuk gambar anda.
Tetapi, masih ada beberapa situasi ketika manual focus dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada auto focus.
http://www.diyphotography.net/files/images/470127065_bd9144a89b_m.jpg
1. Macro
http://www.diyphotography.net/files/images/775487046_e146bc7eed_m.jpg
Ketika memotret gambar macro, lensa biasanya berjarak sangat dekat dengan subjek, biasanya lebih dekat dari 1 inch. Depth of Field (DOF) dapat lebih dangkal dari dua atau tiga millimeters. Mekanisme Auto-Focus tidak selalu dapat mendeteksi apa yang paling penting untuk anda dalam foto macro – biasanya anda tidak hanya ambil focus di tengah, karena itu lebih baik anda tentukan sendiri yang terbaik bagi anda.
2. Action
http://www.diyphotography.net/files/images/196365864_618ca43f06_m.jpg
Semakin mahal body kamera anda semakin cepat sensor AF nya. Jika anda mempunyai lensa cepat, autofocus anda akan lebih cepat lagi. Tetapi walaupun motor focus yang cepat sekalipun tidak selalu dapat mengalahkan objek yang bergerak cepat.
Jika anda memotret anak anda yang sedang bermain perosotan air, atau mobil formula satu yang melaju kencang, jika anda tahu kapan subjek ini akan berada pada tititik atau momen terbaik, aturlah titik focus anda disana dan tetaplah dalam kondisi manual focus. Ketika subjek memasuki frame dengan posisi yang tepat, langsung saja bidik dan tekanlah shutternya.
3. Old lenses
http://www.diyphotography.net/files/images/2055553117_40de137f23_m.jpg
Terkadang auto focus tidak bisa menjadi pilihan. Jika anda ingin mendapatkan keuntungan dari lensa tua terbaik, anda akan menyadari bahwa lensa-lensa tua tersebut tidak mempunyai auto focus sama sekali atau tidak kompatibel dengan system auto focus DSLR anda.
Contohnya, jika anda ingin menggunakan lensa Nikkor 28mm f/2.8 yang tajam anda tidak punya pilihan – anda harus menggunakan mode manual
4. Low light
http://www.diyphotography.net/files/images/2212101890_0a8665f0f6_m.jpg
Sangat sulit untuk sensor auto focus untuk tetap focus di kondisi low light atau kurang cahaya. Bahkan lensa yang motor fokusnya cepat dengan aperture yang lebar pun mengalami kesulitan di dalam ruang gelap seperti dalam lorong atau gua.
Jika anda memotret sesuatu yang bergerak, anda dapat menggunakan bantuan cahaya otomatis, ini semacam cahaya yang dipancarkan di depan lensa dan membantu sensor auto focus anda. Jika anda memotret orang, bisa lebih susah lagi – menggunakan berkas cahaya tersebut bisa menjadi hal yang menyebalkan untuk sebagian orang.
5. Blurring a shot
http://www.diyphotography.net/files/images/185188456_de37c779bb_m.jpg
Terkadang anda ingin sesuatu yang artistic dan membuat efek blur untuk alasan artistic. Anda mungkin menginginkan seluruh gambar anda blur, hampir diluar frame. Melakukan ini sangat mudah jika menggunakan manual focus.
6. Going Hyper Focal
http://www.diyphotography.net/files/images/499526359_d30158b313_m.jpg
Pernahkah anda membayangkan bagaimana memotret alam yang memukau yang dipenuhi dengan keindahan batu di depan dan air terjun di belakangnya yang tampak sangat tajam. Hyper Focal Distance adalah istilah fotografi yang digunakan untuk menunjukkan titik focus dimana anda menginginkannya, anda dapat meningkatkan Depth of Field dari depan ke belakang.
7. Panning
http://www.diyphotography.net/files/images/1776470208_918607a11a_m.jpg
Ketika memotret gambar bergerak, anda harus mengikuti subjek yan bergerak. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengatur focus mode anda ke AF-C (Auto Focus Continuous), atau dengan tekan tombol shutter setengah dengan cepat.
Saya akan menyarankan cara ke tiga. Jika anda tahu arah subjek bergerak, anda dapat mengatur focus ke titik yang belum di ketahui apakah subjek akan melewatinya atau tidak, titik ini biasa disebut titik kritikal atau titik dimana subjek berada dalam momen terbaiknya.
8. Lens Babies
http://www.diyphotography.net/files/images/41R82SGPJQL._SL160_AA160_.jpg
Lensbabies sangatlah menyenangkan. Mereka dapat memberikan anda efek focus yang bagus. lensBabies melakukannya dengan menggunakan fleksibel mounting yang meniru pergeseran dan kemiringan lensa. Seperti lensa lama, LensBabies hanya dapat menggunakan manual focus. Di sisi lain, inilah yang memang anda harapkan dari sebuah Lens Baby – anda dapat melakukan hal-hal yang artistic, termasuk mengatur titik focus.


Fotografi Malam (Night Photography)

Fotografi malam mempunyai sisi menarik tersendiri. Ada kemilau lampu terlihat dari dalam kantor melalui jendela yang terbuka dibalik gelapnya malam - inilah versi modern dari langit berbintang yang sangat menarik. Apakah itu pemandangan kota, lampu jalan di jalan gelap dan sepi, atau di depan rumah anda yang dihiasi lampu, tantangan menangkap suasana pemandangan malam tergantung dari kemampuan kamera anda dalam fotografi malam dan pada beberapa teknik sederhana.

Dapatkah Kamera Saya Digunakan Fotografi Malam?

Untuk fotografi malam yang sukses, anda membutuhkan kamera digital yang memungkinkan bukaan shutter yang lama, dimanapun dari 3 sampai 30 detik. Periksa spesifikasi kamera anda melalui manual book di bagian "Shutter Speed". Shutter Speed yang tersedia akan diberikan di range, misalnya 30 detik - 1/2000 detik.

Jika anda secara serius ingin terjun kedalam fotografi malam, maka anda sebaiknya memastikan membeli kamera digital yang memungkinkan Shutter Speed selama mungkin, dan bahkan Bulb (dimana shutter tetap terbuka selama anda tetap menekan tombol shutter relesase).

Tetapi sebelum anda menghabiskan uang anda untukkamera digital tersebut, ada dua feature lagi untuk di verifikasi - dan satu aksesoris untuk dibeli, jika anda belum mempunyainya. Berikut :

Shooting Modes

Untuk gambar yang akan ditangkap oleh sensor image kamera digital, membutuhkan exposure untuk pencahayaan. Tetapi pada malam hari, cahaya adalah sesuatu yang tidak memadai.

Beberapa diantara anda mungkin menyadarinya, jika anda memilih shooting mode auto (A) atau Program Auto (P), gambar malam anda selalu akan menjadi terlalu gelap. Mereka semua akan terlihat underexposure. Tetapi, mengapa - jika shutter speed kamera anda mempunyai range dari, katakanlah 10 detik sampai 1/2000 detik?

Kembali ke manual book kamera anda dan lihat secara lebih hati-hati. Apakah semua speed dapat digunakan di mode Auto atau mode P?Ahaaa, kebanyakan kamera digital (kita membicarakan model yang banyak diminati) tidak membuat semua range shutter speed di mode A dan P berfungsi. Mungkin shutter speed paling lambat yang tersedia di mode A dan P hanya sekitar 1/3 detik. Kecepatan tersebut tidak mencukupi untuk fotografi malam. Untuk mengakses shutter speed yang lebih lama, anda mungkin perlu untuk memilih satu dari tiga Shooting Modes, misalnya, Shutter-Priority, atau bahkan mungkin menggunakan mode full manual.

Jadi pastikan kamera digital anda mempunyai mode full manual dan memungkinkan untuk mengakses full range shutter speed lambat dalam mode tersebut.

Self-Timer dan Remote Controller

Fitur lain yang anda inginkan dari kamera digital anda adalah mempunyai self-timer, atau idealnya, sebuah remote controller. Tujuannya adalah untuk memungkinkan anda menekan tombol shutter release tanpa menyebabkan kamera bergoyang. Saya secara khusus menyukai remote controller, tetapi tidak setiap kamera dilengkapi dengan kemampuan dan pilihan tersebut.

Tetapi sebagian besar, kamera mempunyai self-timer. Biasanya self-timer dihitung mundur dari 10 sampai 1 detik. Biasanya disediakan pilihan timer yang lebih cepat sekitar 2 detik. Semakin cepat semakin baik karena tidak membuang moment terlalu banyak.

Tripod

Asesoris yang di rekomendasikan adalah tripod yang kokoh. Ketika anda membiarkan shutter tetap terbuka untuk waktu yang lama, kamera membutuhkan kondisi yang diam seperti batu, jika tidak anda akan mendapatkan gambar yang kabur.

Contoh

OK, jadi kita mempunyai kamera digital dan sebuah tripod, kita sudah siap untuk menjelajah malam mencari gambar yang menarik. Ketika menemukan satu, setting kamera dan tripod, fokuskan, dan kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi J

Gambar dibawah ini menunjukkan apa yang terjadi ketika anda mengambil gambar menggunakan mode P, lalu di mode manual dengan beberapa kombinasi variasi shutter speed yang berbeda. Kamera berada di atas tripod untuk ketiga gambar dibawah ini :

Programmed Auto Mode - Underexposed

Fujifilm FinePix E550

7.2mm, Programmed Auto, Pattern
Shutter Speed 1/4 sec., Aperture F2.8, ISO 80

Contoh gambar di atas, kamera menggunakan shutter speed yang paling lambat dan aperture yang paling besar yang tersedia di Mode P dan pada Focal Length yang paling lebar. Gambar tersebut dikatakan underexposure.

Manual Mode - Overexposed


Fujifilm FinePix E550
7.2mm, Manual, Pattern
Shutter Speed 3 sec., Aperture F2.8, ISO 80

Berganti ke manual mode memungkinkanku untuk mengakses shutter speed ter lama yang tersedia di kamera, 3 detik. Ketika mempertahankan aperture pada F/2.8 (aperture terbesar yang tersedia). Efeknya lebih baik secara tiba-tiba, tetapi itu terlihat sedikit terlalu terang, memberikan efek seperti daylight. Jika efek ini yang anda cari, maka selesai untuk anda. Tetapi jika anda ingin menangkap mood malam, silakan baca lagi.

Sekarang hanya tinggal masalah mengatur shutter speed dan/atau aperture untuk mendapatkan exposure yang diinginkan. Saya memilih untuk menutup aperture agar menambah depth of field.

Manual Mode - Correct Exposure


Fujifilm FinePix E550
7.2mm, Manual, Pattern
Shutter Speed 3 sec., Aperture F4.0, ISO 80


Menutup aperture ke F/4.0, membuat gambar lebih terlihat enak dipandang dengan area Gelap yang mengindikasikan waktu malam (senja,sebenarnya) dan area yang cukup terang.

ISO

Untuk tiga gambar di atas, saya menggunakan ISO 80, ISO yang paling rendah yang tersedia untuk kualitas gambar yang baik. Tetapi apa yang terjadi jika pada shutter speed 3 detik dan F/2.8 (cth, pada exposure maximum, exposure yang memungkinkan untuk kamera tertentu), gambar yang dihasilkan masih saja terlalu gelap, kenapa? Dalam kasus ini, saya akan meningkatkan sensitifitas image sensor ke ISO yang lebih tinggi. Sekadar mengingatkan, meningkatkan ISO juga akan menambah jumlah noise yang akan terlihat pada foto anda.

Technique

> Ambil sejumlah gambar pada kombinasi shutter speed dan aperture yang berbeda

> Cepat lihat kembali gambar yang telah anda ambil

> Pastikan brightness LCD anda di set ke normal, tidak terang, maksudnya untuk representasi gambar yang nyata

> Aperture awal yang baik adalah F/4 atau F/5.6 (untuk depth of field yang lebih baik), dan set shutter speed naik dan turun sampai anda puas dengan jepretan anda

Untuk pengukuran yang baik, ambil gambar extra melebihi setting exposure anda. Contohnya, jika anda secara progresive menggunakan shutter speed paling lama, dan anda pikir anda menemukan yang paling cocok, ambil gambar extra dengan shutter speed yang lebih lama lagi. Sebaliknya, jika anda secara progresive menggunakan shutter speed ter cepat, ambil gambar extra menggunakan shutter speed yang lebih cepat.


Garis dan Bentuk

Anda perlu melatih mata Anda untuk melihat garis dan bentuk dalam sebuah gambar. Mereka membangun blok dalam foto anda. Masing-masing dapat digunakan untuk meningkatkan gambar Anda untuk memastikan Anda mendapatkan pesan secara efektif. garis horizontal, misalnya, membawakan pesan tenang - memikirkan orang tidur atau cakrawala yang jauh. garis vertikal, seperti pohon atau gedung pencakar langit menawarkan suatu keadaan yang lebih dinamis, terutama saat tembakan diambil dalam format potrait untuk menekankan tinggi nya. Yang paling kuat dari semua adalah diagonal. Ini adalah garis yang memotong pandangan Anda dan membawa Anda ke dalam gambar. Hal ini dapat digunakan untuk menciptakan rasa kedalaman dan gerakan, dan membawa bidang datar foto menjadi lebih hidup.



Garis horizontal

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, garis ini adalah garis yang paling 'tenang', membawa perdamaian ke foto Anda. Bayangkan, garis cakrawala secara langsung melalui pusat foto Anda, bayangkan luas langit yang sama di setiap sisi landscap nya, di saat yang sama bayangkan anda sedang dalam perjalanan ke sebuah foto kusam! secara alami, tidak selalu harus seperti ini prakteknya tapi praktek yang baik untuk berpikir tentang unsur� apa yang lebih mengesankan dalam foto anda dan mengabadikan cakrawala yang lebih tinggi atau lebih rendah untuk menekankan hal itu.

Anda dapat membuatnya menjadi lebih ekstrem. Untuk benar-benar menghadirkan matahari terbenam yang menakjubkan, penuh pelek terang, awan menarik, menemukan topik yang akan membuat siluet mencolok, kemudian membuat hal kecil di bagian bawah frame Anda. Lapisan garis horizontal dapat memberikan ritme untuk gambar Anda - memikirkan gelombang pecah di pantai, gelombang lebih masuk ke tampilan dan cakrawala di latar belakang. 'ritme' garis tersebut bisa menjadi subyek itu sendiri.


Garis vertikal

Kuat, dinamis. Kombinasikan garis horizontal dengan ini untuk menciptakan hasil yang lebih kuat. Ketika kita berpikir tentang garis vertikal, kita berpikir tentang pohon, bangunan dan orang. Jika Anda ingin menekankan tinggi nya, cobalah beralih ke format vertikal untuk foto Anda - Anda dapat meningkatkan ukuran mereka, meskipun kekuatan mereka akan dicerminkan oleh sisi terpanjang frame.

Sebaliknya, Anda dapat membuat garis vertikal seolah-olah mereka meledak keluar dari gambar itu jika Anda memilih format lansekap, menjalankan ujung atas dan bawah garis keluar dari frame.


Beruntung, keuntungan digital berarti kita dapat benar konvergen vertikal dengan kemudahan dalam pasca-produksi, semakin memperkuat kekuatan garis vertikal.


Garis diagonal

Yang paling menarik dan secara visual menarik garis. Mereka dapat membawa Anda ke dalam bingkai ke pusat perhatian oleh yang paling dinamis rute. Sebagai pemirsa kita cenderung lebih memperhatikan subyek memotong melalui visi kami.

Hindari membelah frame secara langsung menjadi dua dengan menjalankan garis diagonal dari satu sudut yang lain - karena gambar cenderung akan kehilangan makna. Ini lebih menarik untuk memiliki diagonal mulai hanya untuk satu sisi sudut dan terus melalui bingkai ke sisi lain dari sudut yang berlawanan. Anda akan memiliki gambaran yang lebih seimbang yang bekerja dalam batas-batas frame.




Bentuk

Yang paling aktif bentuk menggunakan garis diagonal - segitiga merupakan blok bangunan yang menarik untuk gambar Anda. Tiga belah pihak juga memperkenalkan angka ganjil dalam kosa kata fotografi. Selain sebagai subjek berbentuk segitiga, pikirkan tentang struktur foto Anda - ada tiga unsur Anda bisa bergabung bersama-sama dengan garis imajiner untuk membentuk sebuah segitiga?

bentuk bersisi empat seperti persegi dan persegi panjang cermin empat sisi bingkai foto - ada konflik tidak ada, sehingga pengalaman menonton ini tidak menyerap. Namun, mereka dapat digunakan bersama Diagonal-diagonal dan segitiga untuk menghasilkan gambar lebih menarik.



Sumber : http://www.4shared.com/document/uc9va2jG/Digital_Camera_World_-_Complet.htm


Aspek rasio adalah rasio panjang dan lebar sebuah foto. Jika panjang dan lebar foto sama, maka aspek rasionya 1:1. Di kamera digital saku, aspek rasionya biasanya adalah 4:3, demikian juga kamera micro four thirdsnya Olympus atau Panasonic. Di kamera DSLR Canon, Nikon, Sony, Pentax, aspek rasionya 3:2. Pilihan aspek rasio sangat mempengaruhi komposisi foto, tapi ironinya banyak orang yang menyepelekannya.

Biasanya, kita akan mengkomposisikan foto sesuai dengan apa yang sudah di set kamera kita, sehingga komposisi foto jadi kurang pas. Di beberapa kamera, kita bisa mengganti aspek rasio, di sebagian lain tidak bisa, tapi kita bisa mengkrop foto di software pengolah foto seperti Photoshop.

3:2 adalah aspek rasio yang biasa kita dapati di kamera DSLR digital. Aspek rasio ini umumnya baik untuk foto horizontal seperti pemandangan.

4:3 adalah aspek rasio yang di cap paling alami dan paling enak di lihat baik secara horizontal dan vertikal. Tidak seperti 3:2, saat foto vertikal, aspek rasio ini tidak terlalu tinggi, sehingga tidak melelahkan mata. 4:3 cocok dipakai untuk foto berorientasi portrait.

1:1 adalah aspek rasio bujursangkar. Di masa lalu, aspek rasio ini ditemukan di kamera large format. Aspek rasio ini cocok untuk foto pola dan detail. 1:1 disebut juga aspek rasio yang netral karena tidak berorientasi horizontal atau vertikal.

16:9 adalah aspek rasio yang sering kita jumpai di film. Aspek rasio ini terkesan lebar dan agak pendek. Biasanya cocok untuk foto pemandangan atau membuat foto berkesan sinematik (seperti film).

5:1 adalah aspek rasio yang disebut juga panorama karena cakupannya yang sangat lebar. Biasanya cocok untuk foto pemandangan.

Dengan menyadari aspek rasio mempengaruhi komposisi, kita bisa memilih aspek rasio yang tepat sehingga foto kita lebih enak dilihat.

Aspek rasio 1:1

Aspek rasio 1:1

Aspek rasio 4:3

Aspek rasio 4:3

Aspek rasio 16:9

Aspek rasio 16:9

by Enche on October 25, 2011



Pernahkah Anda membaca instruksi kamera manual anda ? belum? Tetapi Anda ingin meningkatkan teknik kamera Anda, bukan? Berikut adalah cara - dalam sepuluh langkah mudah teknik kamera. untuk meningkatkan teknik kamera anda (Dan dijamin Anda tidak akan mengeluarkan buget se peser pun dan Its Works.)


Teknik Kamera 1. Pelajari semua fungsi tombol

Pelajari buku manual kamera anda, dan pelajarilah tata letak tombol dan switch serta keguananya, maksud saya anda harus benar benar mengerti fungsinya dan hafal dimana letak nya, saran saya lakukanlah penekanan tombol sampai anda bisa melakukannya dengan mata tertutup semua fungsi tombol tersebut, dan percepatlah dalam meggunakan tombol tombol tersebut

tips teknik kamera pertama ini seperti ketika anda belajar mengendarai kendaraan, saat ini saya yakin anda tidak perlu melihat tuas pemidah gigi untuk menambah kecepatan..

Teknik Kamera 2. Pelajari Lensa Zoom dan focus

Jika Anda memiliki kamera digital SLR , saya menyarankan untuk zooming (close) atau wide-ing focusnya dilakukan secara manual dan ingat ketika lensa lebih panjang (zoom/close) memerlukan aperture yang lebih besar untuk menghasilkan gambar yang baik di banding ketika lensa pendek (wide) pelajarialah dan percepatlah prosesnya dalam meng-close atau me-wide untuk membidik suatu object, yang berkaitan langsung dengan focus serta aperture

jika anda tidak menguasai teknik kamera maka Setiap sepersekian detik yang Anda belanjakan memikirkan kontrol lensa yang mana yang harus anda rubah Jika Anda harus berpikir tentang kontrol lensa Anda, Anda akan tidak punya cukup waktu untuk mengabil gambar di depan anda dengan baik

Teknik Kamera 3. Anda harus cinta pada kamera anda apapun dan bagaimanapun kondisi kamera anda

ini juga penting dalam hal teknik kamera, sekarang bagaimana anda akan menghasilkan gambar yang bagus jika anda tidak suka pada kaera anda pada saat me motret ? padahal gambar yang dihasilkan harus melewati kamera anda, anda harus mengerti betul batasan batasan yang ada pada kamera anda dan belajar bertoleransi dengan itu, seperti jika kamera anda lama hidupnya, membutuhkan konsumsi batrai yang boros, memiliki idle yang lama dalam pemrosesan gambar, atau hal lainya


Teknik kamera ini bersifat psikologis akan tetapi secara teknis memang anda harus mengerti betul kelemahan dan batasan pada kamera anda, agar kesalahan penggunaan dapat di perkecil

Teknik Kamera 4. Percepat semua proses

nonaktifkan fungsi setiap otomatis yang tidak anda perlukan. . Semakin anda mengerti dan hafal karakteristik kamera, semakin cepat dapat bekerja.. Cobalah mengubah fokus otomatis off dan akan takjub melihat betapa responsif kamera anda bekerja.

inti dari teknik kamera ini adalah mengurangi kesenjangan antara Anda dan subjek, sehingga semuanya mengalir mudah, dan Anda dapat berkonsentrasi pada pembuatan gambar bukan lagi pada kamera anda

Teknik Kamera 5. simpan kamera anda untuk mudah digunakan kapan saja

simpan kamera anda untuk mudah digunakan kapan saja ide yang baik untuk menjaga kamera siap pada setiap saat di pakai saat bekerja - untuk slar pastikan dimana anda menaruh tutup lensa filter batrai dan memory card. mlindungi lensa bawaan anda denga filter UV (bening) untuk menjaga lensa asli anda dari scrtch

tekadang untuk jika kita tidak perduli teknik kamera dalam penyimpanannya bisa membuat kita terlambat untuk mengambil obyek pada moment yang berlangsung cepat

Itu akan membutuhkan waktu dan bisa menghabiskan waktu, yang lebih baik anda gunakan untuk mendapatkan posisi, memilih sudut kamera.

Teknik Kamera 6. bawa kamera anda kemanapun pada saat bekerja

belilah tas kamera yang aman simpel serta mudah meng akses kamera anda , ini membutuhkan tempat penyimpanan yang berbeda ketika anda tidak sedang bekerja, ini sekali lagi untuk menghidari tertinggalnya moment untuk di abadikan

Iingat terkadang moment yang bagus dapat terlewatkan dengan hanaya per beberapa detik saja.

Teknik Kamera 7. Lihat di sana, tidak di sini

Ketika Anda mengemudi, jika Anda hanya menyaksikan langsung jalan di depan mobil anad, saya yakin Anda akan segera menabrak sesuatu. Driver aman membaca jalan sejauh ke depan yang bisa terlihat atau setidaknya merkea menjaga jarak mereka dapat berhenti, nah Anda akan terkejut betapa banyak fotografer tidak terlihat lagi pada saat moment yang tidak terlalu penting, merkea akan pergi ke tempat dimana moment yang penting kemungkinan kan berlangsung, mereka menyadari apa yang terjadi di sekitar mereka, tetapi mereka terus-menerus bertanya kepada diri sendiri 'Apa yang terjadi disana? Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Teknik kamera ini mengajarkan bahwa pikiran Anda harus waspada terhadap semua sekitar Anda. Apa yang Anda lihat sekarang adalah fondasi untuk gambar yang akan datang. Dalam waktu yang diperlukan untuk mencapai sebuah adegan, Anda dapat merencanakan taktik Anda. Tapi jika Anda membiarkan sesuatu berjalan tanpa anda prediksikan maka moment akan mengejutkan Anda, dan ketika itu anda sudah terlambat mengambil gambar

Teknik Kamera 8. Bayangkan Mata Anda seperti Kamera Anda

In bisa terjadi ketika anda telah menguasai teknik kamera Anda. Bila Anda telah melihat sebuah adegan/ gambar yang potensial - dan itu bisa menjadi pemandangan jalan, binatang di alam liar, atau lanskap - Anda tidak pernah tahu berapa banyak waktu yang Anda miliki. untk mengatur modus pengambilan gambar, atau sensitivitas, atau zoom dengan panjang fokus yang memberi Anda perbesaran yang Anda inginkan. Dan kau melakukannya dengan mata Anda terus-menerus di tempat kejadian, senantiasa mengevaluasi posisi terbaik - untuk gambar yang Anda inginkan.

anda harus bisa membayangkan gambar apa yang dapat anda peroleh dengan kamera anda, tanpa melihatnya dengan kamera.

Teknik Kamera 9 Bayangkan gambar yang paling menakjubkan yang dapat anda peroleh

Mempunyai keberanian dan keyakinan untuk mengambil gambar yang Anda harapkan. Benar-benar membantu untuk membayangkan bahwa gambar yang akan anda buat akan luar biasa! Biarkan gambar yang menginspirasi Anda untuk mengapung di pikiran Anda jika hal itu membantu. bayangkan itu, menunggu saat itu dan menekan tombol untuk mengabadikannya.


Ini adalah tentang bagaimana meng exploitasi sebuah kejadian dan membayangkan gambar yang paling menakjubkan yang bisa anda buat dalam hati dan pikiran Anda - sebelum Anda mendapatkan posisi. teknik kamera ini akan menghasilkan suatu gambar yang ajaib yang belum terbayangkan oleh fotografer amatir

Teknik Kamera 10. jangan terburu buru untuk cukup puas terhadap persiapan anda

Ini adalah nasihat terakhir dari teknik kamera banyak fotografer menceritakan bagaimana dia dan beberapa teman fotografer bisa salah dalam pengambilan gambar, oleh karena itu. Pastikan baterai Anda diisi sebelum Anda meninggalkan pangkalan. Pastikan Anda memiliki cukup ruang pada kartu memori Anda. Apakah sensor kamera anda bersih? Lensa Anda asli? dan jangan me motret untuk hal yang tidak penting, dan jadikan setiap potret-tan anda penting

teknik kamera ini dibuat untuk menghentikan kesulitan yang mungkin timbul di masa mendatang. Buatlah daftar jika membantu. ini yang semua profesional harus lakukan untuk tetap dalam bisnis. Gary Knight bercerita tentang lima minggu kebosanan di padang pasir Irak, tanpa pemotretan sedikit pun, sebelum tiba-tiba moment penting meletus pada mereka, tanpa peringatan - dan, syukurlah dia mendapatkan gambar.

Kesimpulan Teknik Kamera

Saya kira, kesimpulan teknik kamera dari semua ini adalah, tentang menjadi siap. Siap pada jangka panjang, siap dalam jangka menengah, dan selalu siap untuk ultra-jangka pendek juga. Seperti yang saya janjikan, sekarang Anda tahu bagaimana membuat perbaikan besar dalam fotografi Anda tanpa mengeluarkan uang sama sekali!

http://www.idigitalphoto.com/improve-camera-technique/

Teknik Kamera 11. Anda mau menambahkan teknik lainnya ?

wibiya widget