Read more: http://bambang-gene.blogspot.com/2011/03/pasang-meta-tag-di-blog-supaya-seo.html#ixzz1FYQ9VUp5 TUNGKAL FOTOGRAFI

TUNGKAL FOTOGRAFI

TUNGKAL FOTOGRAFI BELAJAR DAN SALING BERBAGI INFORMASI

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis
Ensiklopedia Tips Tutorial

Free Online Software Download

Silahkan Gabung

apakah anda suka

ARTIKEL TERBARU

Thumbnail Recent Post

Pelabuhan Roro Tungkal Jambi

Nuansa senja di kota tungkal pesisir jambi

Landscafe sunset lokasi sungai pengabuan

Sunset dan degradasi awan yang merupakan fenomena alam yang kita tidak dapat memprediksikannya kapan dia berubah

Sunset lokasi sungai betara

SUNSET

Saat senja menjelang di kota kuala tungkal pantai pesisir jambi



Seiring dengan perkembangan teknologi, kamera digital dan aksesoris yang berkualitas semakin bagus dan terjangkau, banyak fotografer semi-pro atau profesional bermunculan bagaikan jamur di musim hujan. Dengan banyaknya fotografer yang tersedia, maka rata-rata harga jasa foto tentunya semakin rendah sesuai dengan hukum ekonomi. Untuk bisa lepas dari jeratan ini, fotografer pro perlu memiliki strategi dan taktik yang bagus untuk memenangkan persaingan dan tidak terikat harga.

Perencanaan strategi berkaitan dengan rencana jangka panjang, seperti pencitraan/branding, sedangkan taktik berkaitan dengan rencana jangka pendek, seperti promosi, menawarkan foto dengan efek khusus, lokasi atau pakaian yang langka, dan taktik lainnya.

Yang banyak dilupakan oleh fotografer semi-pro atau pro adalah branding, padahal ini paling penting untuk bertahan di jangka panjang. Branding atau pencitraan adalah semua detail dari usaha fotografi Anda. Bagaimana pembawaan diri, packaging, gaya fotografi, keunikan olah digital, pelayanan dan sebagainya. Tujuan branding adalah supaya calon pengantin bisa membedakan antara jasa yang Anda tawarkan dengan saingan yang lain. Dan yang paling penting adalah mengetahui kelebihan jasa fotografi Anda dan bersedia membayar lebih tinggi daripada pesaing.

Karena persaingan yang ketat dengan sebagian besar fotografer yang cenderung mau bekerja dengan honor yang sangat rendah, maka sebaiknya dibuat perencanaan untuk tidak tergantung pada vendor catering/bridal dll. Dengan strategi branding dan taktik yang kuat, usaha jasa fotografi Anda akan lebih berkembang dan mandiri.

Kesimpulan:
Jangan bergantung kepada vendor catering/bridal saja, cobalah lebih mandiri dengan berupaya mencari klien baru sendiri.
Harus selalu berupaya meningkatkan kualitas dan lebih kreatif untuk mengembangkan kualitas foto, baik dari segi teknis maupun artistik dari waktu ke waktu.
Tingkatkan upaya networking, marketing khususnya promosi dan branding, dan gunakan berbagai kanal seperti pertemanan, saudara, dan media (baik cetak maupun internet).

Bukan hal yang gampang untuk membalikkan honor yang kecil menjadi besar dalam sekejab. Dibutuhkan perencanaan yang matang, peningkatan kualitas yang terus menerus dan yang sering dilupakan yaitu dibutuhkan waktu.

Semoga sukses!
source : infofotografi.com

Mencari setting di kamera digital sering membuang-buang waktu. Ketika tidak dibutuhkan, seringkali muncul dilayar, tapi saat dibutuhkan gak ketemu-temu. Pernah gak mengalami hal semacam itu? Pengalaman itu tidak mengherankan karena di dalam menu kamera digital (terutama DSLR) rata-rata memiliki pilihan menu yang tidak kurang dari 50 buah.
Untuk mengatasi kerepotan ini, sebenarnya di kamera DSLR merek Canon atau Nikon memiliki suatu halaman khusus dimana kita bisa memasukkan item favorit (yang sering digunakan).
Di kamera DSLR Nikon nama halamannya disebut MY MENU. Letaknya di halaman paling bawah. Jika yang ditemukan adalah RECENT SETTING, kita bisa menggantinya menjadi MY MENU dengan menggulung kebawah dan memilih CHOOSE TAB > MY MENU.
Di kamera DSLR Canon, MY MENU terdapat di halaman terakhir yang bersimbol bintang berlatar belakang warna hijau.
Menu Canon
Menu Canon
Di halaman ini kita bisa mendaftarkan menu item pilihan. Setiap pengguna kamera pasti memiliki menu item pilihan sendiri sesuai pengalaman. Jika belum ada ide menu item apa yang harus didaftarkan jangan kuatir, tapi seringlah praktik memotret, lalu ingat menu item apa yang sering dicari dan daftarkan ke halaman MY MENU.
Yang perlu dihindari adalah mendaftarkan terlalu banyak item. Saya berusaha membatasi hanya tujuh sampai delapan menu item sehingga muat satu halaman dan tidak perlu menggulung kebawah.
Seiring waktu berjalan, tidak ada salahnya mengkaji kembali penghuni MY MENU. Jika ada yang jarang atau bahkan tidak pernah digunakan, jangan ragu untuk menghapusnya dari halaman tersebut.
Sekedar berbagi, berikut ini menu item yang sering berada di dalam MY MENU kamera DSLR Nikon D600 saya. Kamera ini saya gunakan terutama untuk foto travel dan pemandangan.
My Menu Nikon D600
My Menu Nikon D600
  1. ISO Sensitivity setting : Berguna untuk mematikan dan menghidupkan AUTO ISO. Juga untuk menetapkan parameter maksimum ISO, dan minimum shutter speed
  2. Exposure delay mode: Jeda waktu saat menekan tombol jepret(shutter) dengan proses pembuatan gambar. Bagus untuk memotret landscape dengan shutter speed lambat.
  3. Self Timer: Untuk mengatur jeda waktu antara menekan tombol dengan mengambil gambar. Biasanya untuk foto keluarga dan pemandangan.
  4. Choose image area (FX/DX): Kadang-kadang saya memilih mode DX supaya kamera otomatis mengkrop foto saya. Biasa saya gunakan untuk foto wildlife atau saat mengunakan lensa fisheye dan saya ingin hasil gambarnya berbentuk kotak. Setelah dikrop, gambar masih tersisa 10 MP.
  5. Beep: Setting untuk mematikan atau menghidupkan bunyi kamera saat mengaktifkan autofokus atau self-timer.
  6. Built-in AF-Assist Illuminator: Di tempat gelap, lampu pembantu AF ini akan membantu autofokus supaya akurat. Tapi untuk memotret manusia, biasanya lampu ini mengganggu, jadi lebih baik dimatikan.
  7. Clean image sensor: Untuk membersihkan permukaan sensor dari debu. Diaktifkan setelah menukar lensa dilingkungan yang kotor/berdebu.
  8. HDR (High Dynamic Range): Kamera akan mengambil tiga foto berturut-turut dan menggabungkannya menjadi satu untuk mendapatkan gambar dengan detail foto maksimal dari daerah terang maupun gelap. Kadang-kadang saya pakai untuk foto pemandangan.
Untuk kamera Nikon D700 saya, ada dua tambahan menu item yang saya daftarkan yaitu:
  1. AF point Selection: Kadang saya memilih jumlah titik fokus yang lebih sedikit misalnya 11 titik daripada 51 titik supaya lebih cepat bisa pindah dari daerah satu di frame ke daerah yang lain.
  2. AF Dynamic Area: Untuk mengatur berapa titik fokus yang bekerja untuk mengikuti subjek yang bergerak. Favorit saya yaitu 21 titik jika subjek bergerak secara teratur, dan 51 titik jika subjek bergerak secara acak.
Catatan: Nikon D700 biasanya saya gunakan untuk foto portrait, action photography, jadi ada beberapa menu item yang jarang digunakan saya hapus dari MY MENU.
My Menu Nikon D700
My Menu Nikon D700    
 source : http://www.infofotografi.com/blog/2013/09/simpan-setting-kamera-favorit-di-my-menu/#more-5694

Setiap lensa ada kasta-kastanya, baik lensa zoom, telefoto dan fix. Posting ini memberikan sedikit panduan bagi yang pusing memilih lensa Canon  yang  jumlahnya puluhan. Artikel ini juga bertujuan meringankan beban saya menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar lensa he he he.
Saya tidak membahas semua lensa disini, terutama lensa-lensa khusus (macro, tiltshift dll), tapi lensa-lensa umum seperti zoom dan fix cukup banyak yang saya tulis disini. Lensa lama juga saya tidak ulas karena kebanyakan tidak diproduksi lagi.
Ada dua jenis lensa Canon berdasarkan diameternya, yaitu EF-S danEF: Lensa EF-S, sesuai dengan singkatannya “S” yang artinya small, berdiameter lebih kecil dari lensa EF sehingga hanya dapat mencakupi sensor berukuran APS-C. Sebagian besar kamera DSLR Canon yang beredar bersensor jenis APS-C. Lensa EF berdiameter lebih besar dari lensa EF-S sehingga dapat mencakupi sensor berukuran APS-C dan juga full frame yang ukuran fisiknya setara film 35mm.
Ada juga lensa berlabel seri L, yang biasanya ditandai dengan fisik lensa yang berwarna putih atau/dan lingkaran merah. Lensa seri L ini berkualitas tinggi dan biasanya memiliki bahan bodi yang tahan air dan debu. Semua lensa seri-L adalah lensa EF, cocok untuk semua kamera DSLR Canon EOS.
Lensa-lensa dibawah ini cocok dipakai untuk kamera DSLR Canon EOS yang masih diproduksi sampai hari ini. Untuk harga, hanya perkiraan saja, untuk tepatnya periksa ke toko-toko kamera kesayangan Anda.
Lensa zoom standar (EF-S)
  • Canon 18-55mm f/3.5-5.6 IS : Biasanya dipaketkan dengan kamera tingkat dasar (1100D, 650D). Rp 1.25 juta
  • Canon 18-135mm f/3.5-5.6 IS :  Biasanya dipaketkan dengan kamera tingkat menengah/canggih 60D/7D. Lensa ini lebih praktis dari 18-55mm karena rentang fokusnya lebih panjang, cocok untuk jalan-jalan. Rp 4 juta
  • Canon 18-135mm f/3.5-5.6 IS STM: Adanya STM membuat akuisisi fokus lebih mulus saat merekam video
  • Canon 15-85mm f/3.5-5.6 IS: Sedikit lebih lebar jarak fokusnya tapi lebih pendek, sisi lebarnya lumayan bagus untuk buat foto landscape yang lebih dramatis. Kualitas foto dan ketajamannya setingkat diatas kedua lensa diatas. Kualitas lensa juga lebih kokoh. Rp 6.6 juta
  • Canon 17-55mm f/2.8 IS USM : Lensa zoom EF-S terbaik, punya image stabilization, ideal buat berbagai jenis fotografi dari acara, pemandangan, portrait, dll. Rp 9.6 juta
Rekomendasi: Canon 15-85mm bagus untuk yang mencari lensa jalan-jalan berkualitas yang seimbang dari segi ukuran, harga, kinerja. 17-55mm f/2.8 IS cocok untuk fotografi liputan dan portrait.
Lensa zoom standar (EF)
  • Canon 24-105mm f/4 IS L : Lensa praktis untuk jalan-jalan, ketika dipasang di kamera full frame, sudut pandangnya mirip 16-85mm f/3.5-5.6 VR.  Rp 10.5 juta
  • Canon 24-70mm f/2.8 L II: Lensa berkualitas tinggi, tajam, kokoh dan gesit, andalan profesional. Rp 20 juta
Rekomendasi: Kalau tidak keberatan dengan harga dan ukuran fisik lensa, 24-105mm dan 24-70mm akan memberikan kualitas foto yang sangat baik.
Lensa sapujagat (EF & EF-S)
  • Canon EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS : Lensa sapujagat, praktis bagi orang-orang yang ingin lensa lebar dan tele menjadi satu, sehingga tidak repot ganti-ganti lensa. Harga yang mesti dibayar adalah ukuran lensa lebih besar tapi kualitasnya standar-standar saja. Rp 6.1 juta
  • Canon EF 28-300mm f/3.5-5.6 IS USM L : Lensa sapujagat untuk kamera Canon full frame. Sudah cukup berumur dan desainnya terlalu besar. Rp 15 juta
Lensa zoom lebar (EF & EF-S)
  • Canon 10-22mm f/3.5-4.5: Lensa super lebar yang biasanya digunakan untuk foto pemandangan atau jurnalistik. Kualitasnya bagus. Rp 6.5 juta
  • Canon 17-40mm f/4 L: Lensa super lebar yang dirancang untuk kamera Canon full frame, tapi sering digunakan juga di kamera crop karena punya rentang fokal yang cukup praktis. Memuat filter berukuran 77mm. Biasanya dipilih karena harganya yang cukup terjangkau.  Rp 7.25 juta
  • Canon 16-35mm f/2.8 L II: Lensa super lebar dibuat untuk kamera full frame Canon seperti 5D, 6D, 1D. Cukup praktis dan bisa diandalkan. Merupakan idaman fotografer pemandangan atau jurnalistik. Rp 14.2 juta
Rekomendasi: Lensa Canon EF-S 10-22mm f/3.5-5.6 kualitasnya sangat baik, tapi bagi yang keberatan harganya ketinggian atau membutuhkan bukaan yang lebih besar, alternatifnya yaitu Tokina 11-16mm f/2.8 dan 12-28mm f/4. Untuk kamera full frame, saya merekomendasikan 17-40mm  f/4, atau 16-35mm f/2.8.
Lensa zoom telefoto (EF-S dan EF)
  • Canon EF-S 55-250mm f/4-5.6 IS – Lensa telefoto murmer, kualitasnya lumayan dibandingkan dengan harganya. Terkadang dipaketin dengan pembelian kamera baru. Rp 2.2 juta
  • Canon 75-300mm f/4-5.6 III – Lensa murmer dibawah 2 juta biasanya, kualitas fotonya kurang kontras, tajam dan ada penyimpangan warnanya. Rp 1.5 juta
  • Canon 70-300mm f/4.5-5.6 IS - Kinerja autofokusnya bagus, kualitas foto juga diatas standar karena ada elemen dispersi rendah. Cocok untuk satwa liar, olahraga lapangan. Rp 6.6 juta
  • Canon 70-200mm f/4 L - Kualitas fotonya bagus dan ukurannya tidak seberat yang f/2.8. Harganya juga terjangkau. Namun tidak adanya anti getar (IS) dan bukaan maksimumnya sedang, membuat Anda kesulitan saat memotret di kondisi kurang cahaya. Rp 7.4 juta
  • Canon 70-200mm f/4 IS L – Kualitas fotonya bagus dan ukurannya tidak seberat yang f/2.8. Teknologi anti getarnya  sangat baik, bisa meredam getaran hingga 4 stop. Rp 11.1 juta
  • Canon 70-200mm f/2.8 L - Kualitas fotonya bagus dan kecepatan autofokusnya tinggi, tidak memiliki image stabilization, tapi harganya cukup jauh berbeda dengan yang ada IS nya (lensa dibawah). Cocok untuk fotografi aksi seperti olahraga, satwa liar. Rp 12.2 juta
  • Canon 70-200mm f/2.8 IS L II – Lensa paling top, memberikan kualitas foto dan AF yang sangat bagus, biasanya diandalkan oleh profesional. Karena ada IS, lensa ini praktis untuk fotografi di kondisi cahaya gelap atau terang. Jenis fotografi yang cocok antara lain pernikahan, portrait, olahraga, satwa liar  Rp 20.3 juta
  • Canon 70-300mm f/3.5-5.6 L IS – Salah satu lensa telefoto seri L terbaru Canon, kualitasnya foto yang dihasilkan bagus dan fisiknya tidak terlalu besar, tapi sayang bukaannya agak kecil dan tidak konstan. Rp. 15 juta
  • Canon 70-300mm f/4.5-5.6 DO IS –  Salah satu dari lensa dengan label DO, yang berarti memiliki ukuran fisik yang kecil dan lebih ringan daripada lensa telefoto seri L lainnya. Rp. 13 juta
  • Canon 100-400mm f/4.5-5.6 IS L – Mencapai 400mm, lensa ini biasanya diminati oleh fotografer satwa liar. Rp 16 juta
Rekomendasi: Banyak sekali lensa telefoto yang dipunyai Canon. Tapi yang paling terkenal adalah seri 70-200mm nya. Seringkali orang-orang kebingungan untuk memilih salah satunya. Untuk lebih jelasnya, saya pernah menulis memilih lensa telefoto Canon 70-200mm. Untuk yang ingin berhemat dan memiliki lensa berukuran lebih ringan, 55-250mm f/4-5.6 IS lumayan oke.
Lensa fixed/prime (tidak bisa zoom, kecuali pakai kaki) Semuanya bertipe EF
  • Canon 24mm f/1.4 II L - Biasanya untuk pemandangan, street photography. Rp 15.5 juta
  • Canon 35mm f/1.4 L  – Biasanya untuk fashion portrait, prewedding, street photography. 13.2 juta
  • Canon 35mm f/2 IS Rp. Sama dengan yang diatas, namun bukaan maksnya lebih kecil, tapi punya anti getar/IS. 8.7 juta
  • Canon 40mm f/2.8 STM – Lensa pancake yang ukurannya sangat kecil. Punya motor STM sehingga autofokusnya lebih mulus. Rp 1.5 juta
  • Canon 50mm f/1.8 -  Lensa fix termurah Canon. Kualitas bodi dan dudukan lensa dari plastik. Lumayan tajam terutama saat memakai f/4-8 Rp. 850 rb
  • Canon 50mm f/1.4 – Lensa klasik 50mm Nikon Rp 3.65 juta
  • Canon 50mm f/1.2 L - Salah satu lensa yang populer untuk portrait, atau wedding karena bukaannya yang besar mampu membuat latar belakang sangat blur. Rp 14 juta
  • Canon 85mm f/1.8 L - Lensa ini autofokusnya cepat dan hasilnya cukup lembut sehingga cocok untuk portrait close-up atau candid. Rp 3.75 juta
  • Canon 85mm f/1.2 L – Lensa spesialis untuk portrait, cuma lebih kontras dan tajam dibanding dengan yang f/1.8 dan latar belakang lebih blur. Rp 21 juta
  • Canon 100mm f/2.8 Macro IS L – Untuk menangkap detail subjek berukuran kecil, contoh serangga, bunga. Rp 8.2 juta
  • Canon 135mm f/2 L – Populer untuk foto portrait close-up, fashion. Sulit untuk kondisi cahaya kurang karena tidak ada Image Stabilizationnya. Rp 8.6 juta
  • Canon 200mm f/2G IS L - Olahraga lapangan, fashion. Rp 55.3 juta
  • Canon 300mm f/2.8 IS L – Olahraga lapangan, satwa liar, burung. Rp 58 juta
  • Canon 300mm f/4 IS L – Lensa telefoto alternatif yang lebih murah karena bukaan maksimumnya lebih kecil. Rp 13.3 juta
Rekomendasi: Beberapa lensa yang menurut saya oke banget yaitu 50mm f/1.2, 85mm f/1.2. 135mm f/2 juga menghasilkan foto yang kontrasnya tinggi dan tajam, tapi sulit makainya kalau kondisi cahaya tidak mendukung (gelap). Kalau untuk yang dananya terbatas, Canon 85mm f/1.8, 50mm f/1.8 adalah lensa yang hasilnya melebihi harganya. Untuk penggemar makro, Canon 100mm f/2.8 IS L Macro merupakan lensa yang sangat bagus.

Apa yang membuat sebuah foto bagus? Apakah ada satu aspek dari proses yang memisahkan foto yang cuma baik dari foto yang benar-benar luar biasa? Banyak hal muncul dalam pikiran, seperti obyek, cahaya, mood, dan momen. Namun yang tidak kalah penting adalah komposisi dan frame.



1. Belajar untuk berpikir secara abstrak

Apa yang dimaksud dengan ini adalah bahwa fotografer harus belajar untuk berpikir secara abstrak tentang komposisi. Cobalah untuk tidak berpikir nyata tentang obyek dalam adegan Anda jangan menganggap mereka sebagai air terjun, gunung, pohon, dll-melainkan berpikir dalam hal bentuk mereka membentuk, perspektif (kedalaman dan skala), ruang (penempatan dan susunan elemen), dan warna. Proses ini merupakan langkah pertama yang penting: setelah Anda mulai melihat unsur-unsur adegan dalam istilah abstrak, maka Anda siap untuk mulai menangani teknik komposisi lebih lanjut.



2. Usahakan kaki Anda bergerak

Ansel Adams pernah berkata "Sebuah foto yang bagus adalah mengetahui di mana harus berdiri." Benar-benar mengeksplorasi adegan adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa Anda menemukan sesuatu yang menarik dan asli. Jika Anda ingin membuat komposisi yang unik dan bermakna, Anda perlu untuk berusaha kaki Anda bergerak, dan bereksperimen dengan sudut yang berbeda, focal lenght, dan posisi relatif. kemudian Anda dapat benar-benar melihat apa yang dunia tawarkan.


3. Gunakan "kekuatan bentuk" untuk membuat komposisi berani

Bentuk sederhana seperti segitiga, lingkaran, pola radial, kurva, garis, dan zigzag menarik mata, dengan komposisi sederhana namun berani. Kadang-kadang bentuknya dapat menjadi dasar untuk komposisi itu sendiri, sedangkan di waktu lain itu hanya dapat menjadi struktur latar belakang untuk komposisi yang lebih kompleks.



4. Buat mendalam di foto Anda

Manipulasi ukuran relatif benda dapat membantu Anda membuat kedalaman dalam foto Anda dan memimpin mata pemirsa ke TKP. Salah satu teknik yang kuat yang melakukan ini disebut forced perspective, yang mempekerjakan ilusi optik untuk membuat obyek tampak lebih menonjol daripada yang sebenarnya. Hal ini biasanya dicapai dengan mendapatkan dekat dengan objek dekat dengan lensa wide-angle, sehingga melebih-lebihkan ukuran dan relatif pentingnya visual untuk obyek yang lebih jauh. forced perspective dapat menjadi alat yang ampuh digunakan untuk membuat hubungan visual yang dinamis antara benda dekat dan jauh.



5. Mengarahkan perhatian pemirsa

Leading Elemen berguna untuk menarik mata pemirsa ke dalam foto. leading lines yang membentang dari depan ke belakang yang sangat kuat. Bentuk lainnya ditempatkan di latar depan dapat mencapai hal yang sama, sebuah sungai yang melengkung dapat mendorong mata untuk berliku-liku di seluruh tempat kejadian, sedangkan batu berbentuk segitiga dapat menunjuk ke dalam komposisi. Beberapa elemen visual, diatur dengan baik, dapat mendorong mata pemirsa untuk melakukan perjalanan jauh ke tempat kejadian, dekat-ke-jauh, bawah-ke-atas perkembangan visual yang seringkali sangat efektif.



6. Pengulangan Visual (Pola) yang menarik mata

Orang-orang secara alami tertarik pada pola atau pattern. Gunakan bentuk pola dan warna untuk membuat pengunjung untuk mengunjungi beberapa bagian dari komposisi.



7. Menggunakan ruang sebagai elemen komposisi

Jangan hanya mengandalkan benda saat membuat komposisi. ruang kosong (atau negatif) dapat digunakan juga. Sebagai contoh, ruang kosong di satu sisi komposisi dapat menyeimbangkan terhadap benda ditempatkan di sisi berlawanan.



8. Membingkai subjek Anda

Framing adalah alat yang efektif untuk menciptakan kedalaman dalam sebuah foto, menyederhanakan komposisi, dan memfokuskan perhatian pada unsur-unsur penting dari TKP. Contoh frame yang umum digunakan termasuk pohon, lengkungan alami, dan jendela gudang tua. Kadang-kadang membingkai bidikan bekerja terbaik jika ada unsur kontras antara frame dan subjek-misalnya, siluet pohon membingkai puncak gunung diterangi matahari.



9. Dapatkan mata pemirsa bergerak

Carilah cara untuk mendapatkan mata pemirsa terlibat dalam beberapa poin yang menarik di foto Anda. Oposisi Visual adalah kunci untuk dinamis komposisi-menentang elemen menciptakan energi. Carilah garis atau bentuk yang miring atau titik dalam arah yang berlawanan, sebuah pengaturan yang seimbang dari unsur-unsur yang dapat menjadi kuat.



10. Menyediakan tempat awal yang logis untuk perjalanan visual pemirsa

Dengan memberikan titik jelas acuan bagi pemirsa, Anda tidak hanya membantu mengarahkan gerakan visual mereka seluruh gambar, tetapi Anda juga dapat menyederhanakan adegan sebaliknya. Jangkar Visual merupakan elemen sederhana namun menarik yang biasanya ditempatkan di latar depan gambar, menyediakan titik ini sangat dibutuhkan acuan. Jangkar visual terbaik berfungsi untuk memimpin mata lebih dalam ke tempat kejadian, dan kemudian menarik mata kembali ke jangkar, menatap proses di atas (dan mudah-mudahan lebih) lagi. Efeknya adalah komposisi yang memikat penonton, sehingga sulit bagi mereka untuk memalingkan mata mereka jauh dari foto itu.

Tips memotret produk anda untuk toko online

Written By ibnu jauhary on Thursday, April 18, 2013 | 5:35 AM

Salah satu keunggulan berjualan melalui internet adalah kita tidak perlu untuk stok barang, karena kita dapat hanya memajang foto produk saja di internet dan ketika orang bertanya, barulah kita periksa stok barang kepada supplier. Akan tetapi tantangannya adalah seberapa bagus foto produk kita ??? Penting untuk anda sadari bahwa di online sebenarnya kita menjual melalui 2 hal, yaitu gambar dan kata – kata. Orang tidak dapat melihat secara langsung produknya, oleh karena itu mereka sangat memperhatikan dari gambar produk dan deskripsi kata – kata yang kita tuliskan di website.

Tips memotret produk anda untuk toko online
Tips memotret produk anda untuk toko online

Disini anda harus melatih kemampuan anda dalam hal membuat gambar sebaik dan sebagus mungkin, sehingga saat orang lain melihat gambar produk anda di website, mereka sudah 50% percaya bahwa kualitas produk yang anda tawarkan memang bagus. Saya menyarankan anda untuk menggunakan kamera DSLR untuk memotret produk anda dari berbagai sisi. Foto dengan resolusi besar dan sudut pandang yang tepat akan menjadi daya tarik tersendiri kepada calon konsumen anda.

Usahakan selalu menampilkan gambar produk yang nyata, artinya adalah gambar dari hasil foto kamera dan bukannya gambar animasi / graphical, karena calon konsumen benar – benar ingin mengetahui secara pasti barang seperti apa yang mereka peroleh dengan mengeluarkan biaya sekian. Satu hal terakhir yang penting adalah, latar belakang  foto produk anda sebaiknya diusahakan bersih, satu nuansa dan tidak berantakan. Biasanya saya menganjurkan untuk memotret produk dengan latar belakang tembok putih agar terlihat rapi, bersih dan setiap detail dari produk anda dapat terlihat dengan sangat jelas.

Sudah tidak sabar untuk melihat tips dan kiatnya? Silakan lanjutkan membaca  .

1. Jujurlah.
Jika produk Anda adalah produk seken atau produk bekas, fotolah bagian-bagian yang sudah mengalami penurunan nilai dalam produk Anda. Misalnya mobil yang lecet, laptop yang sudut layarnya sudah mati, atau Blackberry yang keyboard-nya sudah memudar. Foto dan tuliskan kekurangannya pada bagian deskripsi.
Dengan secara jujur memberitahukan kekurangan produk Anda, integritas Anda akan terjaga dan pembeli Anda tidak akan komplain karena menemukan produknya tidak mulus lagi setelah Ia menerima produk tersebut.
Kejujuran yang Anda berikan jelas akan menjadi nilai tambah di mata konsumen dan pembeli produk anda. Tapi ini bukan berarti foto produk yang kita tampilkan harus polos dan apa adanya, tapi kita tetap perlu memoles foto produk tersebut agar menarik.

2. Gunakan Skala Acuan Untuk Dimensi Produk Anda.
Seringkali pembeli ingin mengetahui seberapa besar barang yang akan mereka beli. Sedetail apapaun spesifikasi dimensi produk yang Anda berikan dalam deskripsi tidak akan cukup untuk memberikan acuan yang sebenarnya. Seberapa besar Tablet PC 7 inchi yang Anda jual? Sulit menjawabnya bukan?
Anda dapat menggunakan objek yang universal dan meletakkannya secara berdampingan dengan produk Anda. Misalnya uang koin atau CD. Karena ukuran CD akan selalu sama dimanapun Anda berada di dunia. Jika produk Anda cukup besar carilah objek yang mengimbangi.

3. Tampilkan Produk yang Terbaik.
Penampilan yang baik akan menjadi nilai tambah di mata konsumen Anda, untuk itu berusahalah untuk tampil terbaik. Jika produk Anda sedikit kotor atau berdebu maka bersihkanlah, jika sedikit berantakan maka setrika dan rapihkanlah. Upayakanlah untuk memberi yang terbaik, agar kita pantas untuk hasil yang terbaik .




4. Ambil Foto Produk dari 4 Sisi dan Sudut Berbeda.
Tips memotret produk anda untuk toko online
Table top yang biasa sering dipakai di studio foto merupakan salah satu peralatan yang dapat menghasilkan foto dengan kualitas yang baik, Permukaan yang dibuat melengkung agar tidak bersudut, biasanya bahan yang dipakai untuk table top ini adalah krilik yang dapat tembus pandang dan mampu menyaring cahaya sehingga cahaya yang dihasilkan lebih lembut. Selain table top perlatan yang tidak kalah pentingnya dalam foto produk yaitu lampu flash ( flash stroble ). Dengan perlatan ini sudah cukup untuk melakukan foto produk untuk katalog, brosur maupun online store yang kita miliki, tetapi biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh peralatan sejenis ini cukup mahal.
Manusia itu makhluk visual, suka dengan gambar dan penampilan. Untuk itu minimal siapkan 4 foto produk Anda yang diambil dari sisi dan sudut yang berbeda-beda. Dan pastikan tampilan foto nya keren dan menarik. Semakin jelas tampilan produk Anda ketika dilihat dari berbagai sudut maka itu akan menjadi nilai tambah di mata calon pembeli .

5. Perhatikan Pencahayaan Produk.
Tanpa sumber cahaya yang baik, detail produk Anda tidak akan terlihat. Cahaya yang terlalu terang dapat membuat warna produk Anda menjadi tidak jelas atau terlalu putih. Jika memungkinkan, foto produk Anda diluar ruangan yang tidak menerima cahaya matahari langsung, seperti di teras atau diruangan yang memiliki banyak jendela/ pintu sehingga sinar matahari dapat masuk dengan bebas.
Pencahayaan adalah faktor yang amat penting dalam mempersiapkan tampilan foto produk Anda. Waktu terbaik untuk mem-foto produk adalah di siang hari, dan usahakan Anda memfoto produk Anda dengan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Sebab sinar matahari yang cukup dan tepat akan menjadikan tampilan foto produk Anda jadi makin menarik.
Selain itu agar hasil jepretan menjadi makin maknyus, Anda bisa pakai kamera digital. Dibanding kamera handpone, hasil jepretan kamera digital biasanya lebih mantap dibanding kamera HP. Tetapi ini semua kembali kepada Anda sendiri, mana yang paling baik menurut Anda.

6. Edit Dulu dengan Aplikasi Pengolah Gambar
Jika Anda masih kurang puas dengan hasil fotonya, sah-sah saja jika Anda ingin memperbaiki intensitas cahaya, warna, dan komposisi yang mungkin tidak terjangkau oleh kamera ponsel Anda dengan menggunakan software olahdigital seperti Photoshop dsb. Namun perlu diingat bahwa keaslian foto produk merupakan faktor terpenting dalam dunia jual beli online. Setidaknya percantiklah tampilan produk Anda, tambahkan efek tertentu agar calon pembeli menjadi makin kepincut dengan tampilan produk Anda  .


Saya menemukan rata-rata para fotografer yang memberikan tutorial online memakai flash dan peralatan studio yang lengkap, teknik low key, high key, one light setup, three lightning setup, dan lain-lain, semua foto serasa bisa diwujudkan.




Dari semua teknik strobist, yang bikin saya penasaran di awal adalah teknik low key, keren kali ya bisa bikin background hitam di siang hari dengan strobist. Jadi saya memutuskan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan. Sharing di sini bukan ada pesan sponsor merek, hanya sekadar berbagi.

Sudah pasti beli Flash, tersedia produk dari brand asli atau pihak ketiga, kantong kita juga harus disesuaikan. Karena ini hanya untuk menjawab rasa penasaran saya atas low key tadi, saya putuskan untuk membuat list belanjaan. flash pihak ketiga masuk daftar belanjaan, YongNuo, flash sejuta umat di Indonesia. Masih mencari info lengkap strobist dan peralatan lain, dan seiring perjalanan saya ragu sepertinya tidak mungkin cuma beli flash, pasti banyak racun lain.

Dan ternyata benar saya teracuni tentang mobile studio, dimana cukup punya 1 set strobist umbrella untuk pemula belajar. Dan bisa ditebak list belanjaan bertambah.

Bikin list belanjaan pun bingung barang apa saja yang harus dibeli buat bikin strobist umbrella one lighting, bagaimana itu payung bisa nempel di light-stand, lalu bagaimana flash yang jauh dari kamera bisa jepret berbarengan, dan saya tidak menemukan info dan foto close up detail instalasi barang yang dibutuhkan untuk membuat strobist umbrella.

Oh ya, saya putuskan buat belanja online karena keterbatasan tempat tinggal tadi. Mungkin beberapa berpikir kenapa gak ke toko kamera? Bukan negative thinking, tapi takutnya kita membeli barang yang tidak kita butuhkan karena kekurangan info. Jadi cari info dulu sebelum belanja peralatan fotografi anda, sudah banyak review dan perbandingan di dunia online.

Akhirnya saya menemukan seller online yang baik, dia mau melengkapi daftar belanjaan saya untuk menghadirkan strobist umbrella one lighting. Jadi di bawah ini saya akan share apa saja kebutuhan dasar, tips membeli dan cara instalasinya.





Daftar list perlengkapan strobist :

* 1A Flash dan 1B OmniBounce


1A Flash. Flash ada yang keluaran Nikon atau Canon, ada juga yang third party, biasanya made in Chinaseperti YongNuo. Sesuaikan budget dan kebutuhan, saya pribadi karena untuk belajar memilih flash third party. Fitur Flash ada yang Manual dan ada yang TTL.

Flash dengan fitur Manual berarti kita mengatur sendiri besarnya kekuatan cahaya yang dikeluarkan. Sedangkan Flash dengan fitur TTL (Through The Lens) memiliki program untuk menyesuaikan dengan keseluruhan exposure saat menjepret, untuk itulah biasanya flash dilengkapi fitur TTL harganya lebih tinggi.


Pada Flash third party fitur TTL tidak secanggih Flash Nikon Canon tentunya. Pastikan jika membeli third party flash sesuaikan dengan kamera yang kita pakai, karena ada perbedaan pin flash-shoe.



* 1B OmniBounce.


Dipasangkan pada kepala flash, berfungsi membuat cahaya lebih lembut dan menyebarkan cahaya lebih luas. Berguna untuk indoor, tembakan saja Flash yang sudah dipasangi omnibounce keatas, maka seisi ruangan akan mendapat cahaya lebih soft. Ini pembelian optional, tujuan saya membeli ini agar bisa dipakai dalam keadaan onshoe-flash di body kamera. Pastikan ketika membeli omnibounce sesuai dengan merek dan type flash.



* 2A Flash Trigger Unit dan 2B Flash Receiver unit Flash Wireless Trigger


Flash trigger wireless ini adalah komponen penting agar bisa melakukan off-shoe Flash. Dalam satu paket pembelian terdiri dari Trigger dan Receiver. Pastikan ketika membeli unit sesuai kamera yang kita pakai, karena memiliki pin flash-shoe yang berbeda setiap merek.


Prinsip kerjanya sederhana: Trigger itu bertindak sebagai pengganti flash dan kamera membaca itu sebagai flash. Melalui gelombang radio, flash yang sudah diletakkan diatas Receiver akan menerima sinyal dari Trigger untuk menembakkan flash ketika kamera menjepret.

* 3 Flash Shoe Umbrella Holder, 4 White Umbrella, dan 5 Light Stand.


Mobile studio dengan strobist umbrella lengkap jika membeli 3 alat penting ini. Light-Stand memiliki tinggi rata-rata 1,8 meter jika dipanjangkan dan dilipat sekitar 1 meter, ada yang dilengkapi dengan air-suspension agar halus ketika memanjangkan dan memendekkan light stand.

Umbrella putih transparan ini memberikan efek cahaya lembut dan menyebar merata. Ada banyak jenis umbrella sesuai kegunaan masing-masing. Jenis putih transparan ini termasuk wajib dimiliki pertama kali.

Ujung dari lightstand berbentuk lancip dan harus ada Flash-Shoe agar flash dan umbrella bisa menempel, dari yang berbahan plastik sampai metal.






6 Battery charger dan 7 Battery rechargeable


Ini adalah pembelian optional jika anda mempunyai budget berlebih. Battery yang bisa dicas berulang kali dan Battery charger-nya, disini saya pakai Sanyo Eneloop.


Yang ada di pikiran saya adalah ekonomis dan lebih hemat jika membeli battery yang bisa di cas berulang kali, rata-rata bisa di cas sampai 1500 kali, dibandingkan kita membeli battery biasa.



Setelah semua barang tersedia, mari kita lakukan instalasi agar bisa dipakai utuh. Berikut ilustrasi nya :


1. Dimulai dari memasang Trigger di kamera. Cukup memasukkan saja Pin Trigger ke slot pin di kamera kita. Nyalakan Trigger setelahnya.





2. Yang kedua memasang Flash di Lightstand. Urutannya Ujung Lightstand Flash Shoe Receiver Flash. Setelah terpasang nyalakan Receiver dan Flash.



3. Setelah semua instalasi selesai dan semua sudah menyala, coba pencet setengah tombol shutter di kamera, Lampu Trigger dan Receiver akan saling menyala, pertanda instalasi sudah benar. Selanjutnya? Selamat berstrobist ria!



Semoga sharing ini bermanfaat. Sesuaikan belanja peralatan dengan kebutuhan fotografi kita. Cari informasi produk sebelum membeli. Salam jepret.




source : Salmonstudio, Photographer freelance di kota Metro, Lampung twitter @salmonleft


http://images.detik.com/content/2013/04/16/1279/birukuning.jpg



















Salah satu elemen visual penting yang sering diabaikan adalah warna. Kebanyakan fotografer pemula hanya terkonsentrasi dengan subjek yang dianggap indah dan menarik. Tapi kurang memperhatikan komposisi warna yang terkandung di dalamnya.

Sebaliknya, seorang seniman biasanya sangat mementingkan komposisi warna. Pelukis misalnya, akan memilih atau membatasi warna-warna yang ada di paletnya.

Kita juga dapat mempelajari dari mereka dengan cara membatasi apa yang kita potret, yaitu dengan cara memilih apa yang masuk ke bingkai, dan apa yang dikeluarkan dari bingkai.

Dalam foto landscape, kita dapat menunggu dengan sabar untuk memperoleh cahaya dan warna yang diinginkan. Misalnya jika kita menyukai warna kuning kemerahan, saat yang tepat untuk memotret adalah saat sunrise dan sunset.

Jika kita menyukai warna biru tua, saat yang tepat adalah twilight hour atau sekitar satu jam sebelum dan sesudah matahari terbit dan tenggelam.

Pertanyaan lanjutannya adalah mengapa membatasi warna? Tujuan utamanya supaya pemirsa tidak terganggu dengan warna yang berbeda dan mencuri perhatian.

Sebagai contoh foto yang saya buat di Marina Bay Sands, Singapura ini memiliki warna dominan biru dan kuning. Warna-warna ini saya dapatkan dengan menunggu beberapa saat setelah matahari terbenam.





Source :http://inet.detik.com









Ada wanita yang senang difoto, ada juga wanita yang enggan tampil di depan kamera karena merasa kurang fotogenik. Bagi Anda yang kurang percaya diri berpose di hadapan kamera, simak tips agar terlihat lebih menarik saat difoto, seperti dilansir All Women Stalk.

1. Jangan Menunduk
Ketika wajah Anda menunduk, maka lipatan leher Anda akan menggembung, sehingga membuat tampak lebih gemuk. Untuk itu, kamera sebaiknya diletakkan sejajar dengan mata atau sedikit ke atas.

2. Putar Tubuh 45 Derajat
Sikap tubuh ini terinspirasi dari banyak seleb yang berpose saat tampil di karpet merah. Cara ini bisa membuat seseorang tampak lebih kurus. Putar tubuh Anda 45 derajat, dan wajah berbalik ke arah kamera. Anda bisa meletakkan tangan di pinggang agar terlihat lebih aksi. Gaya foto ini menjadi andalan Paris Hilton.

Untuk foto dalam posisi duduk, silangkan kaki Anda di lutut. Posisi ini akan mengkamuflase penampilan selulit.

3. Wajah Jangan Berminyak
Saat foto menggunakan blitz, wajah yang berminyak akan tampak jelas. Untuk itu, pastikan sebelum Anda foto aplikasikan bedak untuk mengurangi minyak di wajah, terutama daerah T (kening dan hidung).

4. Pakai Busana yang Menunjang
Jika Anda tidak nyaman dengan busana yang dikenakan, maka raut wajah Anda akan tergambar di depan kamera. Gunakanlah baju yang membuat Anda merasa percaya diri, dengan begitu Anda menjadi lebih 'luwes' saat di depan kamera.

5. Make-up
Meski wajah Anda tergolong putih, sangat disarankan untuk menggunakan concealer dan foundation. Alas bedak tersebut akan meratakan warna wajah Anda. Untuk make-up eyeshadow, lipstik dan blush on, gunakan warna hangat dan natural, seperti coklat muda atau pink muda.

wibiya widget