Read more: http://bambang-gene.blogspot.com/2011/03/pasang-meta-tag-di-blog-supaya-seo.html#ixzz1FYQ9VUp5 TUNGKAL FOTOGRAFI

TUNGKAL FOTOGRAFI

TUNGKAL FOTOGRAFI BELAJAR DAN SALING BERBAGI INFORMASI

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis
Ensiklopedia Tips Tutorial

Free Online Software Download

Silahkan Gabung

apakah anda suka

ARTIKEL TERBARU

Thumbnail Recent Post

Pelabuhan Roro Tungkal Jambi

Nuansa senja di kota tungkal pesisir jambi

Landscafe sunset lokasi sungai pengabuan

Sunset dan degradasi awan yang merupakan fenomena alam yang kita tidak dapat memprediksikannya kapan dia berubah

Sunset lokasi sungai betara

SUNSET

Saat senja menjelang di kota kuala tungkal pantai pesisir jambi

Kami kira sudah pada tahu kan apa itu strobist ? Secara umum, definisi strobist adalah teknik fotografi memotret menggunakan flash/blitz secara off-shoe atau off-camera atau flash terpisah dengan body kamera.

Lalu apa itu Grid Spots ? Nah Grid Spots atau sama dengan Snoot sendiri adalah salah satu perlengkapan strobist yang fungsi utamanya untuk mengurangi cahaya yang keluar dari flash. Dan cahaya yang dihasilkan jika menggunakan grid spots/snoot akan lebih fokus ke satu titik.
Keuntungan menggunakan grid spots/snoot ini adalah kita bisa memposisikan dan mengatur arah cahaya, intensitas, cahaya untuk menghasilkan pencahayaan yg kita inginkan agar menghasilkan efek cahaya yang lebih baik dan dramatis. Untuk yang baru belajar teknik fotografi ini, baca juga artikel tentang Berbagai Teknik Pencahayaan Fotografi untuk mempejalari lebih lanjut tentang teknik pencahayaan strobist.
Grid Spots sendiri fungsinya hampir sama dengan Honeycomb yaitu untuk menembakan cahaya langsung terarah dan terpusat pada bagian obyek, cara ini juga dipakai untuk menghindari flare karena kamera menghadap pada arah datangnya cahaya.

Tips Membuat Snoot atau Grid Spots

Baiklah berikut ini cara murah dan mudah membuat perlengkapan strobits bernama grid spots/Snoot dari sedotan minuman. Perlengkapan yang dibutuhkan : Lakban Hitam, Kertas Karton, Gunting, Lem, Sedotan berwarna hitam (diameter +/- 0.5cm), penggaris, flash external dan wireless trigger untuk mencoba, dam pena.
  1. Potong-potong sedotan warna hitam dengan ukuran panjang 2cm. Panjang potongan akan berpengaruh pada cahaya yang dihasilkan. Semakin panjang, semakin sempit cahaya yang keluar dan begitu juga sebaliknya semakin pendek, maka cahaya yang dihasilkan semakin lebar.
    Membuat Grid Spots
  2. Desain karton yang sudah disiapkan menggunakan pena dan penggaris. Lebar dan panjang sesuaikan ukuran flash yang anda gunakan. Contoh berikut dengan lebar 5cm dimana 2cm untuk menempel sedotan, dan 3cm bagian yang masuk ke body flash.
    Tips Membuat Snoot
  3. Setelah proses mendesain sudah selesai, tekuklah setiap bagian sudutnya sampai membentuk kotak seukuran body flash Anda.
    Cara Mudah Membuat Grid Spots
  4. Kemudian tempel potongan sedotan sudah dipotong-potong tadi dengan lem (sangat disarankan jangan menggunakan lem yang keras seperti alteco karena mudah lepas). Tempel satu persatu hingga semua bagian sampai penuh menjadi bentuk kotak seperti gambar di bawah ini.
    Tips Murah Membuat Snoot
  5. Setelah semua penuh, coba terlebih dahulu untuk dipasang di flash. Kalau sudah pas, pasang solasi/lakban warna hitam di bagian luar. Selain sebagai perekat, memasang lakban hitam juga dapat mengubah bentuk snoot buatan ini menjadi keren.
    Tips Menggunakan Snoot untuk Strobist
Sampai di sini, grid spots atau snoot buatan sendiri sudah siap untuk digunakan untuk bermain strobist dengan murah meriah. Di bawah ini adalah contoh hasil menggunakan snoot buatan sendiri dengan dua versi. Sebelah kiri adalah hasil grid spots menggunakan sedotan yang dipotong sepanjang 5cm, sedangkan yang kanan menggunakan sedotan yang dipotong 2cm.
Contoh Hasil Menggunakan Snoot atau Grid Spots
Sudah kebayang bagaimana cahaya yang dihasilkan jika menggunakan snoot atau grid spots buatan sendiri ini ? Dengan efek cahaya seperti gambar di atas, Anda bisa bermain dengan efek cahaya dari snoot untuk memotret apa saja. Portrait menggunakan snoot juga akan lebih dasiat efeknya. Untuk motret figur kecil seperti danbo misalnya juga lebih bagus untuk mendapatkan foto danbo foto yang dibuat dengan teknik ini mampu memberi kesan profesional, berkarakter, berdimensi dan unik.
Semoga sharing tentang teknik membuat snoot atau grid spots sebagai perlengkapan strobist ini bisa bermanfaat. Kalau ada yang murah kenapa harus mahal ? karena bagi fotografer penguasaan teknik pencahayaan sangatlah penting jadi selamat mencoba. Baca juga Teknik Dasar Pencahayaan atau Lighting.
Apakah tulisan ini berguna ? Jika demikian, silakan menyebarkannya
source : tips fotografi.net

Pernahkah kamu melihat sebuah foto, terutama portrait, dan bertanya-tanya bagaimana fotografernya mendapatkan pencahayaan yang begitu sempurna untuk objeknya? Kamu mungkin bertanya “Flash macam apa yang dipakainya?” atau “Bagaimana pengaturan di kameranya untuk bisa mendapat pencahayaan seperti itu?” Rahasianya adalah: strobe. Apa itu? Mungkin kamu mengenalnya sebagai lampu studio. Kamu juga bisa menggunakannya. Tapi sebelum kamu menyewa perlengkapan lighting, kita pelajari dulu bagaimana cara kerja dan penggunaannya.
1. Bagaimana mereka melakukannya
Intinya, rahasia mendapatkan pencahayaan yang sempurna di lokasi yang sepertinya tidak mungkin disinari matahari dengan baik, adalah strobe.
Strobe adalah cahaya – cahaya yang berfungsi sebagai flash pada kamera dSLR – yang secara spesifik ditempatkan dan diarahkan ke sebuah objek. Perbedaan antara strobe dan built-in flash (atau flash yang dipasang pada hotshoe) adalah bahwa flash tersambung langsung dengan kamera – yang berarti bagaimanapun kamu menyesuaikan kamera, flash akan selalu ditembakkan dari arah yang sama dengan arah lensa, sehingga meninggalkan bayangan pada apapun yang ada di belakang objek, dan merusak foto, menghasilkan cahaya yang tidak nyata pada objek. Sedangkan strobe, kebalikannya, bisa ditempatkan dimanapun kamu inginkan, memungkinkannya untuk menambahkan cahaya dari bawah/atas/kiri/kanan objek dengan sinar yang lebih nyata dan lembut sehingga foto lebih enak dilihat.
2. Kenali kebutuhanmu
Sekarang kamu sudah tahu pentingnya menggunakan strobe, dan berikut daftar perlengkapan yang kamu perlukan untuk mempelajari teknik ini:
  • Sebuah strobe/Light Head. Inilah yang akan memberi cahaya awal untuk peneranganmu.
  • Sebuah diffuser. Biasanya putih, gunanya menyebarkan cahaya keras yang datang dari strobe. Ada banyak jenis diffuser, Octobox dan Softbox adalah yang paling populer.
  • Sync Cord. Ini adalah kabel yang digunakan untuk menyambungkan kamera dengan strobe, sehingga strobe bisa bekerja seperti flash. Kabel ini akan selalu datang satu paket dengan strobe. Tapi ada juga sitem wireless yang memakai transmitter & receiver.
  • Hot Shoe Adapter. Hanya dibutuhkan bila kamu menggunakan sistem dengan sambungan kabel.
  • Baterai Portable. Hanya diperlukan bila kamu melakukan pemotretan dimana tidak ada sambungan listrik.
Setelah semua perlengkapan siap, kamu bisa mulai belajar menggunakannya.
3. Menyesuaikan kamera
Setelah mengatur sistem pencahayaan, kita siap untuk mengatur setting kamera sehingga bisa bekerja sama dengan lighting tambahan. Tiga elemen terpenting yang perlu disesuaikan adalah aperture (F-Stop), shutter speed, dan ISO.
Karena kita akan menggunakan jumlah cahaya yang besar lewat strobe, maka kita harus mengatur aperture agar cahaya tambahan ini tidak membuat foto menjadi over-exposed. Umumnya, aperture yang dibutuhkan pada kondisi seperti ini sekitar f/8 – f/12.
Untuk shutter speed, diperlukan angka sekitar 1/200 detik. Ini akan memberi strobe cukup waktu untuk menangkap seluruh frame sementara shutter speednya cukup cepat untuk menghasilkan foto yang tajam, tanpa motion blur.
ISO mungkin adalah elemen paling penting dari foto, karena bisa membuatnya berhasil atau malah rusak. Pada situasi penggunaan strobe, dibutuhkan ISO sekitar 100 – 400.
4. Menempatkan & mengarahkan lampu
Pencahayaan sangat penting untuk kesuksesan foto. Kamu harus paham bahwa sekedar mengarahkan lampu ke arah objek tidak akan menjamin hasil yang sempurna. Lampu bisa ditempatkan di posisi manapun yang diinginkan untuk menambah jumlah cahaya yang tepat pada objek. Kamu perlu memikirkan dimana harus memposisikan lampu untuk mengangkat profil terbaik dari objek. Cahaya matahari bisa dimanfaatkan untuk mendukung strobe. Biasanya pengaturan awal adalah meletakkan lampu sekitar 1,5-2m dari kamera, yang berarti antara 1-6m dari objek. Tempatkan lampu di kiri atau kanan kamera; dimanapun yang tidak menimbulkan bayangan yang bisa tertangkap kamera. Kamu bisa coba meletakkan strobe 1,5m di kanan kamera lalu mengarahkannya ke objek. Ini akan memberikan cahaya pada bagian samping objek, bukan di depan, sehingga bisa memberikan kesan indah, nyata, dan bersih pada foto.
Dougie Cunningham menggunakan dua strobe, dan diffuser yang digunakan adalah umbrella. Cermin di sebelah kiri model berguna sebagai pemantul, sehingga cahaya seimbang dari kiri, kanan, dan depan.
Hasil yang didapat dari set-up diatas. Objek mendapat cahaya yang merata, lembut, dan tanpa bayangan yang kasar.
5. Kesimpulan: kreatiflah
Sekarang setelah kamu sudah punya pengetahuan teknis, saatnya bersenang-senang dan jadi kreatif. Dari arah mana kamu ingin cahaya datang? Apakah kamu suka backlight (seperti foto paling atas di artikel ini)? Apakah kamu ingin bayangan dramatis pada satu sisi objek? Apakah kamu ingin menambah satu atau dua sumber cahaya untuk menerangi objek lain dalam foto? Haruskah sekeliling objek ikut diterangi? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri saat memotret. Pikirkan kreativitas, hasil akhir, dan pastikan foto akan mudah di-edit saat kamu memprosesnya di Photoshop, Lightroom, atau editor lain.

Foto Panorama adalah penggabungan beberapa foto yang tumpang tindih sebagian dengan tujuan untuk mendapatkan foto yang lebar dan mencakupi pemandangan yang luas.
Di kamera compact bahkan ponsel atau iPad telah tersedia aplikasi otomatis untuk memotret Panorama. Setelah mengaktifkan mode panorama, kita tinggal memutar kamera dengan perlahan dari kiri ke kanan dan membiarkan kamera mengkombinasikan foto-foto menjadi foto panorama yang utuh untukmu.
Foto Panorama
Hasil gabungan tujuh foto -> Panorama
Secara manual, teknik panorama ini dapat dilakukan dengan kamera apapun, termasuk kamera DSLR. Caranya kita membuat beberapa foto untuk menangkap bagian-bagian dari pemandangan yang lebar.
Saat memotret foto-foto yang akan digabungkan, yang penting adalah mengunakan setting exposure dan kamera yang sama. Yang paling ideal adalah mode Manual, dimana kita bisa menetapkan nilai bukaan, shutter speed dan ISO yang tetap. Jangan lupa matikan Auto ISO. Supaya ruang tajamnya luas, bukaan kecil seperti f/11-f/22 saya anjurkan.
Selain itu, White Balance (WB) seharusnya juga di tetapkan sesuai warna sumber cahaya (jangan AWB). Fungsi Active D-Lighting, Auto Lighting Optimizer / Dynamic Range optimizer seharusnya di OFF supaya terang gelap antara foto yang satu dengan yang lain tidak berubah.
Foto panorama sebaiknya dipotret dengan mengunakan orientasi kamera vertikal. Hal ini karena bagian tengah foto biasanya lebih sedikit distorsi (perubahan bentuk cembung/cekung) daripada bagian ujung foto.
7 Foto yang siap digabungkan menjadi satu foto. Untuk foto panorama ini saya mengunakan jarak fokus 35mm
Pemakaian tripod bagus untuk mendapatkan foto yang tajam dan akurat, tapi menggenggam kamera dengan tangan juga baik, asal cahaya cukup terang sehingga shutter speed bisa cepat.
Jarak fokus lensa yang baik adalah 50 mm atau lebih panjang, dengan jarak fokus 50 mm, foto panorama akan terlihat alami. Tapi kalau ingin membuat efek yang lebih berdimensi dan dramatis, jarak fokus yang lebih lebar seperti 24 dan 35 mm dapat digunakan.
Setelah itu, foto-foto bisa dimasukkan kedalam software pengolah foto seperti Adobe Photoshop melalui menu File>Automate>Photomerge. Jika tidak memiliki software Photoshop, banyak juga software spesialis Panorama lainnya misalnya Hugin.
Source : info fotografi.com



Seiring dengan perkembangan teknologi, kamera digital dan aksesoris yang berkualitas semakin bagus dan terjangkau, banyak fotografer semi-pro atau profesional bermunculan bagaikan jamur di musim hujan. Dengan banyaknya fotografer yang tersedia, maka rata-rata harga jasa foto tentunya semakin rendah sesuai dengan hukum ekonomi. Untuk bisa lepas dari jeratan ini, fotografer pro perlu memiliki strategi dan taktik yang bagus untuk memenangkan persaingan dan tidak terikat harga.

Perencanaan strategi berkaitan dengan rencana jangka panjang, seperti pencitraan/branding, sedangkan taktik berkaitan dengan rencana jangka pendek, seperti promosi, menawarkan foto dengan efek khusus, lokasi atau pakaian yang langka, dan taktik lainnya.

Yang banyak dilupakan oleh fotografer semi-pro atau pro adalah branding, padahal ini paling penting untuk bertahan di jangka panjang. Branding atau pencitraan adalah semua detail dari usaha fotografi Anda. Bagaimana pembawaan diri, packaging, gaya fotografi, keunikan olah digital, pelayanan dan sebagainya. Tujuan branding adalah supaya calon pengantin bisa membedakan antara jasa yang Anda tawarkan dengan saingan yang lain. Dan yang paling penting adalah mengetahui kelebihan jasa fotografi Anda dan bersedia membayar lebih tinggi daripada pesaing.

Karena persaingan yang ketat dengan sebagian besar fotografer yang cenderung mau bekerja dengan honor yang sangat rendah, maka sebaiknya dibuat perencanaan untuk tidak tergantung pada vendor catering/bridal dll. Dengan strategi branding dan taktik yang kuat, usaha jasa fotografi Anda akan lebih berkembang dan mandiri.

Kesimpulan:
Jangan bergantung kepada vendor catering/bridal saja, cobalah lebih mandiri dengan berupaya mencari klien baru sendiri.
Harus selalu berupaya meningkatkan kualitas dan lebih kreatif untuk mengembangkan kualitas foto, baik dari segi teknis maupun artistik dari waktu ke waktu.
Tingkatkan upaya networking, marketing khususnya promosi dan branding, dan gunakan berbagai kanal seperti pertemanan, saudara, dan media (baik cetak maupun internet).

Bukan hal yang gampang untuk membalikkan honor yang kecil menjadi besar dalam sekejab. Dibutuhkan perencanaan yang matang, peningkatan kualitas yang terus menerus dan yang sering dilupakan yaitu dibutuhkan waktu.

Semoga sukses!
source : infofotografi.com

Mencari setting di kamera digital sering membuang-buang waktu. Ketika tidak dibutuhkan, seringkali muncul dilayar, tapi saat dibutuhkan gak ketemu-temu. Pernah gak mengalami hal semacam itu? Pengalaman itu tidak mengherankan karena di dalam menu kamera digital (terutama DSLR) rata-rata memiliki pilihan menu yang tidak kurang dari 50 buah.
Untuk mengatasi kerepotan ini, sebenarnya di kamera DSLR merek Canon atau Nikon memiliki suatu halaman khusus dimana kita bisa memasukkan item favorit (yang sering digunakan).
Di kamera DSLR Nikon nama halamannya disebut MY MENU. Letaknya di halaman paling bawah. Jika yang ditemukan adalah RECENT SETTING, kita bisa menggantinya menjadi MY MENU dengan menggulung kebawah dan memilih CHOOSE TAB > MY MENU.
Di kamera DSLR Canon, MY MENU terdapat di halaman terakhir yang bersimbol bintang berlatar belakang warna hijau.
Menu Canon
Menu Canon
Di halaman ini kita bisa mendaftarkan menu item pilihan. Setiap pengguna kamera pasti memiliki menu item pilihan sendiri sesuai pengalaman. Jika belum ada ide menu item apa yang harus didaftarkan jangan kuatir, tapi seringlah praktik memotret, lalu ingat menu item apa yang sering dicari dan daftarkan ke halaman MY MENU.
Yang perlu dihindari adalah mendaftarkan terlalu banyak item. Saya berusaha membatasi hanya tujuh sampai delapan menu item sehingga muat satu halaman dan tidak perlu menggulung kebawah.
Seiring waktu berjalan, tidak ada salahnya mengkaji kembali penghuni MY MENU. Jika ada yang jarang atau bahkan tidak pernah digunakan, jangan ragu untuk menghapusnya dari halaman tersebut.
Sekedar berbagi, berikut ini menu item yang sering berada di dalam MY MENU kamera DSLR Nikon D600 saya. Kamera ini saya gunakan terutama untuk foto travel dan pemandangan.
My Menu Nikon D600
My Menu Nikon D600
  1. ISO Sensitivity setting : Berguna untuk mematikan dan menghidupkan AUTO ISO. Juga untuk menetapkan parameter maksimum ISO, dan minimum shutter speed
  2. Exposure delay mode: Jeda waktu saat menekan tombol jepret(shutter) dengan proses pembuatan gambar. Bagus untuk memotret landscape dengan shutter speed lambat.
  3. Self Timer: Untuk mengatur jeda waktu antara menekan tombol dengan mengambil gambar. Biasanya untuk foto keluarga dan pemandangan.
  4. Choose image area (FX/DX): Kadang-kadang saya memilih mode DX supaya kamera otomatis mengkrop foto saya. Biasa saya gunakan untuk foto wildlife atau saat mengunakan lensa fisheye dan saya ingin hasil gambarnya berbentuk kotak. Setelah dikrop, gambar masih tersisa 10 MP.
  5. Beep: Setting untuk mematikan atau menghidupkan bunyi kamera saat mengaktifkan autofokus atau self-timer.
  6. Built-in AF-Assist Illuminator: Di tempat gelap, lampu pembantu AF ini akan membantu autofokus supaya akurat. Tapi untuk memotret manusia, biasanya lampu ini mengganggu, jadi lebih baik dimatikan.
  7. Clean image sensor: Untuk membersihkan permukaan sensor dari debu. Diaktifkan setelah menukar lensa dilingkungan yang kotor/berdebu.
  8. HDR (High Dynamic Range): Kamera akan mengambil tiga foto berturut-turut dan menggabungkannya menjadi satu untuk mendapatkan gambar dengan detail foto maksimal dari daerah terang maupun gelap. Kadang-kadang saya pakai untuk foto pemandangan.
Untuk kamera Nikon D700 saya, ada dua tambahan menu item yang saya daftarkan yaitu:
  1. AF point Selection: Kadang saya memilih jumlah titik fokus yang lebih sedikit misalnya 11 titik daripada 51 titik supaya lebih cepat bisa pindah dari daerah satu di frame ke daerah yang lain.
  2. AF Dynamic Area: Untuk mengatur berapa titik fokus yang bekerja untuk mengikuti subjek yang bergerak. Favorit saya yaitu 21 titik jika subjek bergerak secara teratur, dan 51 titik jika subjek bergerak secara acak.
Catatan: Nikon D700 biasanya saya gunakan untuk foto portrait, action photography, jadi ada beberapa menu item yang jarang digunakan saya hapus dari MY MENU.
My Menu Nikon D700
My Menu Nikon D700    
 source : http://www.infofotografi.com/blog/2013/09/simpan-setting-kamera-favorit-di-my-menu/#more-5694

Setiap lensa ada kasta-kastanya, baik lensa zoom, telefoto dan fix. Posting ini memberikan sedikit panduan bagi yang pusing memilih lensa Canon  yang  jumlahnya puluhan. Artikel ini juga bertujuan meringankan beban saya menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar lensa he he he.
Saya tidak membahas semua lensa disini, terutama lensa-lensa khusus (macro, tiltshift dll), tapi lensa-lensa umum seperti zoom dan fix cukup banyak yang saya tulis disini. Lensa lama juga saya tidak ulas karena kebanyakan tidak diproduksi lagi.
Ada dua jenis lensa Canon berdasarkan diameternya, yaitu EF-S danEF: Lensa EF-S, sesuai dengan singkatannya “S” yang artinya small, berdiameter lebih kecil dari lensa EF sehingga hanya dapat mencakupi sensor berukuran APS-C. Sebagian besar kamera DSLR Canon yang beredar bersensor jenis APS-C. Lensa EF berdiameter lebih besar dari lensa EF-S sehingga dapat mencakupi sensor berukuran APS-C dan juga full frame yang ukuran fisiknya setara film 35mm.
Ada juga lensa berlabel seri L, yang biasanya ditandai dengan fisik lensa yang berwarna putih atau/dan lingkaran merah. Lensa seri L ini berkualitas tinggi dan biasanya memiliki bahan bodi yang tahan air dan debu. Semua lensa seri-L adalah lensa EF, cocok untuk semua kamera DSLR Canon EOS.
Lensa-lensa dibawah ini cocok dipakai untuk kamera DSLR Canon EOS yang masih diproduksi sampai hari ini. Untuk harga, hanya perkiraan saja, untuk tepatnya periksa ke toko-toko kamera kesayangan Anda.
Lensa zoom standar (EF-S)
  • Canon 18-55mm f/3.5-5.6 IS : Biasanya dipaketkan dengan kamera tingkat dasar (1100D, 650D). Rp 1.25 juta
  • Canon 18-135mm f/3.5-5.6 IS :  Biasanya dipaketkan dengan kamera tingkat menengah/canggih 60D/7D. Lensa ini lebih praktis dari 18-55mm karena rentang fokusnya lebih panjang, cocok untuk jalan-jalan. Rp 4 juta
  • Canon 18-135mm f/3.5-5.6 IS STM: Adanya STM membuat akuisisi fokus lebih mulus saat merekam video
  • Canon 15-85mm f/3.5-5.6 IS: Sedikit lebih lebar jarak fokusnya tapi lebih pendek, sisi lebarnya lumayan bagus untuk buat foto landscape yang lebih dramatis. Kualitas foto dan ketajamannya setingkat diatas kedua lensa diatas. Kualitas lensa juga lebih kokoh. Rp 6.6 juta
  • Canon 17-55mm f/2.8 IS USM : Lensa zoom EF-S terbaik, punya image stabilization, ideal buat berbagai jenis fotografi dari acara, pemandangan, portrait, dll. Rp 9.6 juta
Rekomendasi: Canon 15-85mm bagus untuk yang mencari lensa jalan-jalan berkualitas yang seimbang dari segi ukuran, harga, kinerja. 17-55mm f/2.8 IS cocok untuk fotografi liputan dan portrait.
Lensa zoom standar (EF)
  • Canon 24-105mm f/4 IS L : Lensa praktis untuk jalan-jalan, ketika dipasang di kamera full frame, sudut pandangnya mirip 16-85mm f/3.5-5.6 VR.  Rp 10.5 juta
  • Canon 24-70mm f/2.8 L II: Lensa berkualitas tinggi, tajam, kokoh dan gesit, andalan profesional. Rp 20 juta
Rekomendasi: Kalau tidak keberatan dengan harga dan ukuran fisik lensa, 24-105mm dan 24-70mm akan memberikan kualitas foto yang sangat baik.
Lensa sapujagat (EF & EF-S)
  • Canon EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS : Lensa sapujagat, praktis bagi orang-orang yang ingin lensa lebar dan tele menjadi satu, sehingga tidak repot ganti-ganti lensa. Harga yang mesti dibayar adalah ukuran lensa lebih besar tapi kualitasnya standar-standar saja. Rp 6.1 juta
  • Canon EF 28-300mm f/3.5-5.6 IS USM L : Lensa sapujagat untuk kamera Canon full frame. Sudah cukup berumur dan desainnya terlalu besar. Rp 15 juta
Lensa zoom lebar (EF & EF-S)
  • Canon 10-22mm f/3.5-4.5: Lensa super lebar yang biasanya digunakan untuk foto pemandangan atau jurnalistik. Kualitasnya bagus. Rp 6.5 juta
  • Canon 17-40mm f/4 L: Lensa super lebar yang dirancang untuk kamera Canon full frame, tapi sering digunakan juga di kamera crop karena punya rentang fokal yang cukup praktis. Memuat filter berukuran 77mm. Biasanya dipilih karena harganya yang cukup terjangkau.  Rp 7.25 juta
  • Canon 16-35mm f/2.8 L II: Lensa super lebar dibuat untuk kamera full frame Canon seperti 5D, 6D, 1D. Cukup praktis dan bisa diandalkan. Merupakan idaman fotografer pemandangan atau jurnalistik. Rp 14.2 juta
Rekomendasi: Lensa Canon EF-S 10-22mm f/3.5-5.6 kualitasnya sangat baik, tapi bagi yang keberatan harganya ketinggian atau membutuhkan bukaan yang lebih besar, alternatifnya yaitu Tokina 11-16mm f/2.8 dan 12-28mm f/4. Untuk kamera full frame, saya merekomendasikan 17-40mm  f/4, atau 16-35mm f/2.8.
Lensa zoom telefoto (EF-S dan EF)
  • Canon EF-S 55-250mm f/4-5.6 IS – Lensa telefoto murmer, kualitasnya lumayan dibandingkan dengan harganya. Terkadang dipaketin dengan pembelian kamera baru. Rp 2.2 juta
  • Canon 75-300mm f/4-5.6 III – Lensa murmer dibawah 2 juta biasanya, kualitas fotonya kurang kontras, tajam dan ada penyimpangan warnanya. Rp 1.5 juta
  • Canon 70-300mm f/4.5-5.6 IS - Kinerja autofokusnya bagus, kualitas foto juga diatas standar karena ada elemen dispersi rendah. Cocok untuk satwa liar, olahraga lapangan. Rp 6.6 juta
  • Canon 70-200mm f/4 L - Kualitas fotonya bagus dan ukurannya tidak seberat yang f/2.8. Harganya juga terjangkau. Namun tidak adanya anti getar (IS) dan bukaan maksimumnya sedang, membuat Anda kesulitan saat memotret di kondisi kurang cahaya. Rp 7.4 juta
  • Canon 70-200mm f/4 IS L – Kualitas fotonya bagus dan ukurannya tidak seberat yang f/2.8. Teknologi anti getarnya  sangat baik, bisa meredam getaran hingga 4 stop. Rp 11.1 juta
  • Canon 70-200mm f/2.8 L - Kualitas fotonya bagus dan kecepatan autofokusnya tinggi, tidak memiliki image stabilization, tapi harganya cukup jauh berbeda dengan yang ada IS nya (lensa dibawah). Cocok untuk fotografi aksi seperti olahraga, satwa liar. Rp 12.2 juta
  • Canon 70-200mm f/2.8 IS L II – Lensa paling top, memberikan kualitas foto dan AF yang sangat bagus, biasanya diandalkan oleh profesional. Karena ada IS, lensa ini praktis untuk fotografi di kondisi cahaya gelap atau terang. Jenis fotografi yang cocok antara lain pernikahan, portrait, olahraga, satwa liar  Rp 20.3 juta
  • Canon 70-300mm f/3.5-5.6 L IS – Salah satu lensa telefoto seri L terbaru Canon, kualitasnya foto yang dihasilkan bagus dan fisiknya tidak terlalu besar, tapi sayang bukaannya agak kecil dan tidak konstan. Rp. 15 juta
  • Canon 70-300mm f/4.5-5.6 DO IS –  Salah satu dari lensa dengan label DO, yang berarti memiliki ukuran fisik yang kecil dan lebih ringan daripada lensa telefoto seri L lainnya. Rp. 13 juta
  • Canon 100-400mm f/4.5-5.6 IS L – Mencapai 400mm, lensa ini biasanya diminati oleh fotografer satwa liar. Rp 16 juta
Rekomendasi: Banyak sekali lensa telefoto yang dipunyai Canon. Tapi yang paling terkenal adalah seri 70-200mm nya. Seringkali orang-orang kebingungan untuk memilih salah satunya. Untuk lebih jelasnya, saya pernah menulis memilih lensa telefoto Canon 70-200mm. Untuk yang ingin berhemat dan memiliki lensa berukuran lebih ringan, 55-250mm f/4-5.6 IS lumayan oke.
Lensa fixed/prime (tidak bisa zoom, kecuali pakai kaki) Semuanya bertipe EF
  • Canon 24mm f/1.4 II L - Biasanya untuk pemandangan, street photography. Rp 15.5 juta
  • Canon 35mm f/1.4 L  – Biasanya untuk fashion portrait, prewedding, street photography. 13.2 juta
  • Canon 35mm f/2 IS Rp. Sama dengan yang diatas, namun bukaan maksnya lebih kecil, tapi punya anti getar/IS. 8.7 juta
  • Canon 40mm f/2.8 STM – Lensa pancake yang ukurannya sangat kecil. Punya motor STM sehingga autofokusnya lebih mulus. Rp 1.5 juta
  • Canon 50mm f/1.8 -  Lensa fix termurah Canon. Kualitas bodi dan dudukan lensa dari plastik. Lumayan tajam terutama saat memakai f/4-8 Rp. 850 rb
  • Canon 50mm f/1.4 – Lensa klasik 50mm Nikon Rp 3.65 juta
  • Canon 50mm f/1.2 L - Salah satu lensa yang populer untuk portrait, atau wedding karena bukaannya yang besar mampu membuat latar belakang sangat blur. Rp 14 juta
  • Canon 85mm f/1.8 L - Lensa ini autofokusnya cepat dan hasilnya cukup lembut sehingga cocok untuk portrait close-up atau candid. Rp 3.75 juta
  • Canon 85mm f/1.2 L – Lensa spesialis untuk portrait, cuma lebih kontras dan tajam dibanding dengan yang f/1.8 dan latar belakang lebih blur. Rp 21 juta
  • Canon 100mm f/2.8 Macro IS L – Untuk menangkap detail subjek berukuran kecil, contoh serangga, bunga. Rp 8.2 juta
  • Canon 135mm f/2 L – Populer untuk foto portrait close-up, fashion. Sulit untuk kondisi cahaya kurang karena tidak ada Image Stabilizationnya. Rp 8.6 juta
  • Canon 200mm f/2G IS L - Olahraga lapangan, fashion. Rp 55.3 juta
  • Canon 300mm f/2.8 IS L – Olahraga lapangan, satwa liar, burung. Rp 58 juta
  • Canon 300mm f/4 IS L – Lensa telefoto alternatif yang lebih murah karena bukaan maksimumnya lebih kecil. Rp 13.3 juta
Rekomendasi: Beberapa lensa yang menurut saya oke banget yaitu 50mm f/1.2, 85mm f/1.2. 135mm f/2 juga menghasilkan foto yang kontrasnya tinggi dan tajam, tapi sulit makainya kalau kondisi cahaya tidak mendukung (gelap). Kalau untuk yang dananya terbatas, Canon 85mm f/1.8, 50mm f/1.8 adalah lensa yang hasilnya melebihi harganya. Untuk penggemar makro, Canon 100mm f/2.8 IS L Macro merupakan lensa yang sangat bagus.

Apa yang membuat sebuah foto bagus? Apakah ada satu aspek dari proses yang memisahkan foto yang cuma baik dari foto yang benar-benar luar biasa? Banyak hal muncul dalam pikiran, seperti obyek, cahaya, mood, dan momen. Namun yang tidak kalah penting adalah komposisi dan frame.



1. Belajar untuk berpikir secara abstrak

Apa yang dimaksud dengan ini adalah bahwa fotografer harus belajar untuk berpikir secara abstrak tentang komposisi. Cobalah untuk tidak berpikir nyata tentang obyek dalam adegan Anda jangan menganggap mereka sebagai air terjun, gunung, pohon, dll-melainkan berpikir dalam hal bentuk mereka membentuk, perspektif (kedalaman dan skala), ruang (penempatan dan susunan elemen), dan warna. Proses ini merupakan langkah pertama yang penting: setelah Anda mulai melihat unsur-unsur adegan dalam istilah abstrak, maka Anda siap untuk mulai menangani teknik komposisi lebih lanjut.



2. Usahakan kaki Anda bergerak

Ansel Adams pernah berkata "Sebuah foto yang bagus adalah mengetahui di mana harus berdiri." Benar-benar mengeksplorasi adegan adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa Anda menemukan sesuatu yang menarik dan asli. Jika Anda ingin membuat komposisi yang unik dan bermakna, Anda perlu untuk berusaha kaki Anda bergerak, dan bereksperimen dengan sudut yang berbeda, focal lenght, dan posisi relatif. kemudian Anda dapat benar-benar melihat apa yang dunia tawarkan.


3. Gunakan "kekuatan bentuk" untuk membuat komposisi berani

Bentuk sederhana seperti segitiga, lingkaran, pola radial, kurva, garis, dan zigzag menarik mata, dengan komposisi sederhana namun berani. Kadang-kadang bentuknya dapat menjadi dasar untuk komposisi itu sendiri, sedangkan di waktu lain itu hanya dapat menjadi struktur latar belakang untuk komposisi yang lebih kompleks.



4. Buat mendalam di foto Anda

Manipulasi ukuran relatif benda dapat membantu Anda membuat kedalaman dalam foto Anda dan memimpin mata pemirsa ke TKP. Salah satu teknik yang kuat yang melakukan ini disebut forced perspective, yang mempekerjakan ilusi optik untuk membuat obyek tampak lebih menonjol daripada yang sebenarnya. Hal ini biasanya dicapai dengan mendapatkan dekat dengan objek dekat dengan lensa wide-angle, sehingga melebih-lebihkan ukuran dan relatif pentingnya visual untuk obyek yang lebih jauh. forced perspective dapat menjadi alat yang ampuh digunakan untuk membuat hubungan visual yang dinamis antara benda dekat dan jauh.



5. Mengarahkan perhatian pemirsa

Leading Elemen berguna untuk menarik mata pemirsa ke dalam foto. leading lines yang membentang dari depan ke belakang yang sangat kuat. Bentuk lainnya ditempatkan di latar depan dapat mencapai hal yang sama, sebuah sungai yang melengkung dapat mendorong mata untuk berliku-liku di seluruh tempat kejadian, sedangkan batu berbentuk segitiga dapat menunjuk ke dalam komposisi. Beberapa elemen visual, diatur dengan baik, dapat mendorong mata pemirsa untuk melakukan perjalanan jauh ke tempat kejadian, dekat-ke-jauh, bawah-ke-atas perkembangan visual yang seringkali sangat efektif.



6. Pengulangan Visual (Pola) yang menarik mata

Orang-orang secara alami tertarik pada pola atau pattern. Gunakan bentuk pola dan warna untuk membuat pengunjung untuk mengunjungi beberapa bagian dari komposisi.



7. Menggunakan ruang sebagai elemen komposisi

Jangan hanya mengandalkan benda saat membuat komposisi. ruang kosong (atau negatif) dapat digunakan juga. Sebagai contoh, ruang kosong di satu sisi komposisi dapat menyeimbangkan terhadap benda ditempatkan di sisi berlawanan.



8. Membingkai subjek Anda

Framing adalah alat yang efektif untuk menciptakan kedalaman dalam sebuah foto, menyederhanakan komposisi, dan memfokuskan perhatian pada unsur-unsur penting dari TKP. Contoh frame yang umum digunakan termasuk pohon, lengkungan alami, dan jendela gudang tua. Kadang-kadang membingkai bidikan bekerja terbaik jika ada unsur kontras antara frame dan subjek-misalnya, siluet pohon membingkai puncak gunung diterangi matahari.



9. Dapatkan mata pemirsa bergerak

Carilah cara untuk mendapatkan mata pemirsa terlibat dalam beberapa poin yang menarik di foto Anda. Oposisi Visual adalah kunci untuk dinamis komposisi-menentang elemen menciptakan energi. Carilah garis atau bentuk yang miring atau titik dalam arah yang berlawanan, sebuah pengaturan yang seimbang dari unsur-unsur yang dapat menjadi kuat.



10. Menyediakan tempat awal yang logis untuk perjalanan visual pemirsa

Dengan memberikan titik jelas acuan bagi pemirsa, Anda tidak hanya membantu mengarahkan gerakan visual mereka seluruh gambar, tetapi Anda juga dapat menyederhanakan adegan sebaliknya. Jangkar Visual merupakan elemen sederhana namun menarik yang biasanya ditempatkan di latar depan gambar, menyediakan titik ini sangat dibutuhkan acuan. Jangkar visual terbaik berfungsi untuk memimpin mata lebih dalam ke tempat kejadian, dan kemudian menarik mata kembali ke jangkar, menatap proses di atas (dan mudah-mudahan lebih) lagi. Efeknya adalah komposisi yang memikat penonton, sehingga sulit bagi mereka untuk memalingkan mata mereka jauh dari foto itu.

Tips memotret produk anda untuk toko online

Written By ibnu jauhary on Thursday, April 18, 2013 | 5:35 AM

Salah satu keunggulan berjualan melalui internet adalah kita tidak perlu untuk stok barang, karena kita dapat hanya memajang foto produk saja di internet dan ketika orang bertanya, barulah kita periksa stok barang kepada supplier. Akan tetapi tantangannya adalah seberapa bagus foto produk kita ??? Penting untuk anda sadari bahwa di online sebenarnya kita menjual melalui 2 hal, yaitu gambar dan kata – kata. Orang tidak dapat melihat secara langsung produknya, oleh karena itu mereka sangat memperhatikan dari gambar produk dan deskripsi kata – kata yang kita tuliskan di website.

Tips memotret produk anda untuk toko online
Tips memotret produk anda untuk toko online

Disini anda harus melatih kemampuan anda dalam hal membuat gambar sebaik dan sebagus mungkin, sehingga saat orang lain melihat gambar produk anda di website, mereka sudah 50% percaya bahwa kualitas produk yang anda tawarkan memang bagus. Saya menyarankan anda untuk menggunakan kamera DSLR untuk memotret produk anda dari berbagai sisi. Foto dengan resolusi besar dan sudut pandang yang tepat akan menjadi daya tarik tersendiri kepada calon konsumen anda.

Usahakan selalu menampilkan gambar produk yang nyata, artinya adalah gambar dari hasil foto kamera dan bukannya gambar animasi / graphical, karena calon konsumen benar – benar ingin mengetahui secara pasti barang seperti apa yang mereka peroleh dengan mengeluarkan biaya sekian. Satu hal terakhir yang penting adalah, latar belakang  foto produk anda sebaiknya diusahakan bersih, satu nuansa dan tidak berantakan. Biasanya saya menganjurkan untuk memotret produk dengan latar belakang tembok putih agar terlihat rapi, bersih dan setiap detail dari produk anda dapat terlihat dengan sangat jelas.

Sudah tidak sabar untuk melihat tips dan kiatnya? Silakan lanjutkan membaca  .

1. Jujurlah.
Jika produk Anda adalah produk seken atau produk bekas, fotolah bagian-bagian yang sudah mengalami penurunan nilai dalam produk Anda. Misalnya mobil yang lecet, laptop yang sudut layarnya sudah mati, atau Blackberry yang keyboard-nya sudah memudar. Foto dan tuliskan kekurangannya pada bagian deskripsi.
Dengan secara jujur memberitahukan kekurangan produk Anda, integritas Anda akan terjaga dan pembeli Anda tidak akan komplain karena menemukan produknya tidak mulus lagi setelah Ia menerima produk tersebut.
Kejujuran yang Anda berikan jelas akan menjadi nilai tambah di mata konsumen dan pembeli produk anda. Tapi ini bukan berarti foto produk yang kita tampilkan harus polos dan apa adanya, tapi kita tetap perlu memoles foto produk tersebut agar menarik.

2. Gunakan Skala Acuan Untuk Dimensi Produk Anda.
Seringkali pembeli ingin mengetahui seberapa besar barang yang akan mereka beli. Sedetail apapaun spesifikasi dimensi produk yang Anda berikan dalam deskripsi tidak akan cukup untuk memberikan acuan yang sebenarnya. Seberapa besar Tablet PC 7 inchi yang Anda jual? Sulit menjawabnya bukan?
Anda dapat menggunakan objek yang universal dan meletakkannya secara berdampingan dengan produk Anda. Misalnya uang koin atau CD. Karena ukuran CD akan selalu sama dimanapun Anda berada di dunia. Jika produk Anda cukup besar carilah objek yang mengimbangi.

3. Tampilkan Produk yang Terbaik.
Penampilan yang baik akan menjadi nilai tambah di mata konsumen Anda, untuk itu berusahalah untuk tampil terbaik. Jika produk Anda sedikit kotor atau berdebu maka bersihkanlah, jika sedikit berantakan maka setrika dan rapihkanlah. Upayakanlah untuk memberi yang terbaik, agar kita pantas untuk hasil yang terbaik .




4. Ambil Foto Produk dari 4 Sisi dan Sudut Berbeda.
Tips memotret produk anda untuk toko online
Table top yang biasa sering dipakai di studio foto merupakan salah satu peralatan yang dapat menghasilkan foto dengan kualitas yang baik, Permukaan yang dibuat melengkung agar tidak bersudut, biasanya bahan yang dipakai untuk table top ini adalah krilik yang dapat tembus pandang dan mampu menyaring cahaya sehingga cahaya yang dihasilkan lebih lembut. Selain table top perlatan yang tidak kalah pentingnya dalam foto produk yaitu lampu flash ( flash stroble ). Dengan perlatan ini sudah cukup untuk melakukan foto produk untuk katalog, brosur maupun online store yang kita miliki, tetapi biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh peralatan sejenis ini cukup mahal.
Manusia itu makhluk visual, suka dengan gambar dan penampilan. Untuk itu minimal siapkan 4 foto produk Anda yang diambil dari sisi dan sudut yang berbeda-beda. Dan pastikan tampilan foto nya keren dan menarik. Semakin jelas tampilan produk Anda ketika dilihat dari berbagai sudut maka itu akan menjadi nilai tambah di mata calon pembeli .

5. Perhatikan Pencahayaan Produk.
Tanpa sumber cahaya yang baik, detail produk Anda tidak akan terlihat. Cahaya yang terlalu terang dapat membuat warna produk Anda menjadi tidak jelas atau terlalu putih. Jika memungkinkan, foto produk Anda diluar ruangan yang tidak menerima cahaya matahari langsung, seperti di teras atau diruangan yang memiliki banyak jendela/ pintu sehingga sinar matahari dapat masuk dengan bebas.
Pencahayaan adalah faktor yang amat penting dalam mempersiapkan tampilan foto produk Anda. Waktu terbaik untuk mem-foto produk adalah di siang hari, dan usahakan Anda memfoto produk Anda dengan mendapatkan sinar matahari yang cukup. Sebab sinar matahari yang cukup dan tepat akan menjadikan tampilan foto produk Anda jadi makin menarik.
Selain itu agar hasil jepretan menjadi makin maknyus, Anda bisa pakai kamera digital. Dibanding kamera handpone, hasil jepretan kamera digital biasanya lebih mantap dibanding kamera HP. Tetapi ini semua kembali kepada Anda sendiri, mana yang paling baik menurut Anda.

6. Edit Dulu dengan Aplikasi Pengolah Gambar
Jika Anda masih kurang puas dengan hasil fotonya, sah-sah saja jika Anda ingin memperbaiki intensitas cahaya, warna, dan komposisi yang mungkin tidak terjangkau oleh kamera ponsel Anda dengan menggunakan software olahdigital seperti Photoshop dsb. Namun perlu diingat bahwa keaslian foto produk merupakan faktor terpenting dalam dunia jual beli online. Setidaknya percantiklah tampilan produk Anda, tambahkan efek tertentu agar calon pembeli menjadi makin kepincut dengan tampilan produk Anda  .

wibiya widget