Read more: http://bambang-gene.blogspot.com/2011/03/pasang-meta-tag-di-blog-supaya-seo.html#ixzz1FYQ9VUp5 TUNGKAL FOTOGRAFI

TUNGKAL FOTOGRAFI

TUNGKAL FOTOGRAFI BELAJAR DAN SALING BERBAGI INFORMASI

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis
Ensiklopedia Tips Tutorial

Free Online Software Download

Silahkan Gabung

apakah anda suka

ARTIKEL TERBARU

Thumbnail Recent Post

Pelabuhan Roro Tungkal Jambi

Nuansa senja di kota tungkal pesisir jambi

Landscafe sunset lokasi sungai pengabuan

Sunset dan degradasi awan yang merupakan fenomena alam yang kita tidak dapat memprediksikannya kapan dia berubah

Sunset lokasi sungai betara

SUNSET

Saat senja menjelang di kota kuala tungkal pantai pesisir jambi

Bila memungkinkan, kita sebaiknya mengunakan ISO rendah (100 atau 200) karena kualitas foto akan memburuk seiring kita meningkatkan ISO. Di kamera digital SLR keluaran satu dua tahun terakhir, batasan antara foto yang baik dan foto yang buruk (karena banyaknya noise) berkisar antara ISO 800 dan 1600. Banyak keadaan dimana kita mau tak mau mengunakan ISO yang relatif tinggi karena foto bisa blur atau terlalu gelap.

Ada beberapa skenario dimana ISO tinggi dibutuhkan:

1. Ketika kita berada di lingkungan cahaya yang agak gelap seperti di malam hari atau di dalam ruangan, dan kita tidak mengunakan tripod. Perhatikan shutter speed, bila shutter speed sudah kurang dari sekitar 1/30 atau 1/60 detik (tergantung lensa, makin panjang lensanya, shutter speed yang cepat makin penting), itu tandanya kita perlu menaikkan ISO supaya shutter speed bisa dipercepat.

2. Ketika memakai telefoto yang panjang seperti 200mm, kita butuh shutter speed yang lumayan cepat juga, yaitu sekitar 1/jarak fokal X crop factor sensor kamera. Contoh bila memakai kamera Canon 550D, maka 1/200 X 1.6 = 1/320 bila tidak gambar akan berpotensi kabur. Bila lensa tersebut memiliki teknologi peredam getar (IS/VR/SS/SR) maka shutter speednya tidak butuh 1/320 tapi sekitar 1/80 detik saja sudah cukup. Bila kita tidak mendapatkan shutter speed tersebut, kita perlu menaikkan ISO sampai shutter speed minimal terpenuhi.

3. Mirip seperti no. 1. Ketika kita foto subjek yang bergerak cepat dan cahaya yang ada agak gelap. Dengan menaikkan ISO, kita bisa mendapat shutter speed yang lebih cepat untuk membekukan foto.

4. Ketika mengunakan lampu kilat/flash dan kekuatan flash terlalu lemah untuk menerangi subjek dan latar belakang. Kita bisa menaikkan ISO supaya intensitas cahaya flash dan cahaya lingkungan lebih terekam.

5. Ketika kita mengunakan setting bukaan kecil seperti f/8 atau f/16 dan shutter speed yang digunakan terlalu lambat, maka kita perlu menaikkan ISO supaya kita bisa mempercepat shutter speed supaya foto tidak kabur.

6. Saat kita ingin foto kita memiliki efek artistik dengan adanya noise atau berpasir seperti foto hitam putih jaman dahulu.

Kalau melihat skenario-skenario diatas, maka bisa disimpulkan bahwa ISO sangat berkaitan dengan kondisi cahaya lingkungan dan shutter speed. Peran ISO disini memungkinkan kita memilih shutter speed yang lebih cepat supaya foto kita tidak kabur atau terlalu gelap.

af-onBagi yang punya kamera DSLR yang agak canggih seperti Nikon D300, Canon 60D atau lebih canggih lagi, pasti punya tombol AF-ON yang terletak di bagian belakang kamera. Nah tombol itu sebenarnya buat apa sih?
af-on
AF-ON gunanya sama seperti menekan setengah tombol jepret (shutter) yaitu untuk mengunci fokus. Tapi kenapa tombol ini diperlukan? bukannya tinggal menekan setengah tombol jepret untuk fokus saja sudah cukup? Lalu apa guna AF-ON sebenarnya?
Bila kita mengunakan AF-ON untuk fokus. Maka kita bisa memisahkan antara mekanisme auto fokus dengan pengambilan gambar (eksposur).
PS: Sewaktu mengunakan AF-ON untuk fokus, jangan lupa mematikan fungsi auto fokus saat menekan tombol jepret (cari di menu kamera masing-masing).
Manfaat mengunakan tombol AF-ON untuk auto fokus antara lain:
  • Bisa mengunci fokus hanya saat kita mau saja. Misalnya saat kita mau manual fokus, kita tidak perlu bolak balik mematikan fungsi auto fokus.
  • Lebih mudah ketika fokus dan recompose. Kita bisa menekan AF-ON sekali untuk mengunci fokus kemudian kita bisa lepas tombolnya dan recompose (menggeser posisi kamera & lensa) untuk mengubah komposisi foto. Jadi tidak usah menahan tombol jepret saat recompose. Hasil metode ini pun lebih akurat.
  • Dengan menekan AF-ON terus menerus, kita bisa mengikuti subjek foto yang bergerak seperti foto olahraga atau satwa liar dan kemudian mengambil gambar dengan tombol jepret sambil terus mengikuti subjek foto. Di cara yang tradisional, setiap kita usai mengambil foto, auto fokus sudah tidak aktif dan tidak mengikuti subjek foto lagi.
Karena kelebihan itu, AF-ON banyak digunakan fotografer yang berpengalaman, terutama yang berspesialisasi dalam foto olahraga atau satwa liar.
PS: Untuk yang kamera DSLRnya ga ada AF-ON mungkin bisa program tombol lain seperti * (pada Canon) atau A-EL/AF-L untuk menjadi tombol AF-ON.
source : info fotografi

foto wajah by sektor dua

Kadangkala kita diminta memotret wajah teman atau kenalan yang memiliki karakteristik wajah yang khas (dalam pengertian kurang baik, misalnya: hidung yang pesek, pipi tembem, kupingnya gede dll) – karena tiada manusia yang sempurna.

Kita bisa mencoba beberapa teknik pemotretan tertentu agar teman tadi tetap kelihatan oke, teknik pemotretan ini bertujuan mengurangi “efek negatif” dari karakteristik yang sudah disebutkan tadi.

foto wajah by sektor dua

Berikut tipsnya:

  1. Jika kepala teman anda botak, potretlah dari angle yang rendah (kamera agak mendongak keatas) dan jika anda menggunakan pencahayaan tambahan, usahakan agar tidak ada sumber cahaya yang memantul di kepalanya
  2. Jika wajahnya memiliki kerutan yang banyak, gunakan sumber cahaya yang arahnya dari depan, bukan dari samping. Cahaya yang datang dari samping akan memperjelas tekstur kerutan ini
  3. Jika teman anda telinganya gede, aturlah pose mereka supaya hanya satu telinga yang terlihat dan usahakan agar telinga yang terlihat ini tidak tampak menonjol
  4. Jika teman anda pesek, potretlah dari depan dan aturlah pose-nya agar muka menatap lurus ke depan.
  5. Jika teman anda dagunya berlipat dua, aturlah pose-nya agar menatap lurus ke kamera dan usahakan agar kepala agak condong ke depan sehingga lipatan dagu berkurang
  6. Jika wajah teman lumayan tembem, kasih tahu supaya diet (he he) lalu aturlah pose-nya agar menatap serong ke kanan atau kiri namun jangan sampai lurus ke samping, serong sedikit saja.

kredit foto; sektor dua

catatan: foto diatas hanya sebagai contoh, modelnya cantik dan tidak ada masalah apapun dengan wajahnya.

Source: infofotografi

1903863438_9b75d75043.jpg

Memotret sunset dan sunrise adalah salah satu dari sekian banyak ”foto wajib“ yang harus dilakukan oleh seorang penggemar fotografi. Kalau anda sudah pernah mencoba memotret sunset atau sunrise tetapi kurang puas dengan hasilnya, silahkan coba tips berikut ini supaya foto sunset dan sunrise bertambah baik:

1903863438_9b75d75043.jpg

Lakukan Persiapan Sebaik-baiknya

Sunset dan sunrise hanya berlangsung sekitar setengah jam. Untuk itu kita harus melakukan persiapan matang sebelumnya. Pastikan datang lebih awal dan pastikan anda sudah tahu dari titik sebelah mana anda akan memotret. Agar komposisi akhir foto keren, lakukan observasi tempat sebelumnya. Untuk memastikan anda tidak terlambat , usahakan anda tahu jam berapa sunset atau sunrise akan tiba (karena jam sunset / sunrise berbeda dari lokasi ke lokasi). Juga pastikan peralatan sudah siap: kamera – lensa – tripod (jika ada) serta aksesoris lainnya sudah terpasang & disetel dengan baik, sehingga saatnya tiba kita bisa sibuk memotret bukan sibuk mengeset alat. Baca lagi tips tentang komposisi.

3668234881_617c98d933.jpg

Jangan Kecewa Karena Mendung

Karena anda sudah bersusah – payah mendatangi lokasi yang jauh dan sulit, jangan kecewa kalau mendadak mendung tiba. Maksimalkan kreatifitas anda saat langit tertutup mendung. Langit mendung bukan halangan menghasilkan foto indah saat sunrise dan sunset. Cari tahu obyek apa saja yang menarik untuk difoto saat mendung atau hujan.

Jangan Terpaku Pada Wide Angle

Memotret sunset dan sunrise menggunakan lensa sudut lebar (wide angle) merupakan hal yang biasa, namun jangan terpaku hanya menggunakan lensa tersebut (kalau anda memang punya pilihan lain). Manfaatkan rentang lensa yang lain, misalnya lensa tele.

2595728993_82326e6229.jpg

Maksimalkan Siluet

Hal yang menambah daya tarik foto sunset dan sunrise adalah siluet. Siluet memberi kesan yang kuat serta memberi cerita dalam foto anda, apalagi jika anda memotret sunset atau sunrise di lokasi yang memiliki identitas kuat. Baca juga tips memotret siluet.

Bawalah Tripod

Jika anda ingin memanfaatkan teknik long shutter – membuat HDR atau panorama: tripod wajib dibawa

Gunakan Manual Focus

Karena sunset dan sunrise memiliki kualitas cahaya yang lumayan ekstrim, kadang kamera akan kesulitan menemukan fokus jika anda menggunakan mode auto focus, segera ganti ke mode manual sehingga kita tidak menyia-nyiakan waktu menunggu kamera menemukan titik fokus.

183916459_c501884355.jpg

Gunakan Preset White Balance Cloudy

Ubahlah setting white balance anda ke cloudy (biasanya dilambangkan dengan ikon mendung). Setting white balance ini akan membuat foto sunset atau sunrise lebih hangat dan warnanya lebih “menggigit”, dibandingkan kalau menggunakan setting white balance auto. Atau jika anda suka bereksperimen, cobalah setting white balance lainnya. Apa itu white balance?

Gunakan Spot Metering (SLR dan Prosumer) atau Sunset Scene (Untuk Kamera Saku)

Untuk memperoleh eksposur yang tepat, gunakan mode metering spot jika anda memiliki kamera SLR dan prosumer, atau gunakan mode scene sunset/ sunrise jika anda menggunakan kamera saku pemula. Untuk pengukuran menggunakan spot meter, arahkan titik fokus ke area sekitar matahari (jangan tepat di matahari – nya lalu lakukan metering dengan memencet separuh shutter, lalu kunci eksposur anda. Untuk kamera saku (dengan mode scene), tinggal arahkan dan jepret. Pahami mode pengoperasian kamera digital.

380260645_8cc03aa912.jpg

Jangan Berhenti Ketika Sunset Lewat

Saat memotret sunset, jangan kemasi kamera anda hanya karena matahari sudah melewati garis horison. Bertahanlah sebentar lagi, karena cahaya sesaat setelah sunset adalah salah satu cahaya paling indah yang dikeluarkan alam. Begitu juga dengan sunrise, jangan datang terlalu mepet dengan waktu matahari terbit. Cahaya sesaat sebelum sunrise adalah salah satu yang paling indah

Berdoalah Agar Alam Berpihak Pada Anda

Anda sudah jauh – jauh datang ke pantai terpencil (atau gunung), menyiapkan alarm untuk bangun jam 4 pagi dan sudah menata semua peralatan agar siap memotret, namun tiba – tiba hujan tiba. Ya apadaya, memotret di alam terbuka memang membutuhkan keberuntungan dan kesabaran, kenapa kesabaran? karena anda bisa mencoba lagi esok hari :)

source: infofotografi

kredit foto (dari atas ke bawah):>James Jordan, Pratanti, Flowery Luza, Riza, Jurvetson


wibiya widget