Read more: http://bambang-gene.blogspot.com/2011/03/pasang-meta-tag-di-blog-supaya-seo.html#ixzz1FYQ9VUp5 TUNGKAL FOTOGRAFI: NIGHT SHOOT PHOTOGRAPHY (FOTOGRAFI MALAM

TUNGKAL FOTOGRAFI

TUNGKAL FOTOGRAFI BELAJAR DAN SALING BERBAGI INFORMASI

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis

Silahkan Gabung

apakah anda suka

ARTIKEL TERBARU

Thumbnail Recent Post

Pelabuhan Roro Tungkal Jambi

Nuansa senja di kota tungkal pesisir jambi

Landscafe sunset lokasi sungai pengabuan

Sunset dan degradasi awan yang merupakan fenomena alam yang kita tidak dapat memprediksikannya kapan dia berubah

Sunset lokasi sungai betara

SUNSET

Saat senja menjelang di kota kuala tungkal pantai pesisir jambi


Fotografi Malam (Night Photography)

Fotografi malam mempunyai sisi menarik tersendiri. Ada kemilau lampu terlihat dari dalam kantor melalui jendela yang terbuka dibalik gelapnya malam - inilah versi modern dari langit berbintang yang sangat menarik. Apakah itu pemandangan kota, lampu jalan di jalan gelap dan sepi, atau di depan rumah anda yang dihiasi lampu, tantangan menangkap suasana pemandangan malam tergantung dari kemampuan kamera anda dalam fotografi malam dan pada beberapa teknik sederhana.

Dapatkah Kamera Saya Digunakan Fotografi Malam?

Untuk fotografi malam yang sukses, anda membutuhkan kamera digital yang memungkinkan bukaan shutter yang lama, dimanapun dari 3 sampai 30 detik. Periksa spesifikasi kamera anda melalui manual book di bagian "Shutter Speed". Shutter Speed yang tersedia akan diberikan di range, misalnya 30 detik - 1/2000 detik.

Jika anda secara serius ingin terjun kedalam fotografi malam, maka anda sebaiknya memastikan membeli kamera digital yang memungkinkan Shutter Speed selama mungkin, dan bahkan Bulb (dimana shutter tetap terbuka selama anda tetap menekan tombol shutter relesase).

Tetapi sebelum anda menghabiskan uang anda untukkamera digital tersebut, ada dua feature lagi untuk di verifikasi - dan satu aksesoris untuk dibeli, jika anda belum mempunyainya. Berikut :

Shooting Modes

Untuk gambar yang akan ditangkap oleh sensor image kamera digital, membutuhkan exposure untuk pencahayaan. Tetapi pada malam hari, cahaya adalah sesuatu yang tidak memadai.

Beberapa diantara anda mungkin menyadarinya, jika anda memilih shooting mode auto (A) atau Program Auto (P), gambar malam anda selalu akan menjadi terlalu gelap. Mereka semua akan terlihat underexposure. Tetapi, mengapa - jika shutter speed kamera anda mempunyai range dari, katakanlah 10 detik sampai 1/2000 detik?

Kembali ke manual book kamera anda dan lihat secara lebih hati-hati. Apakah semua speed dapat digunakan di mode Auto atau mode P?Ahaaa, kebanyakan kamera digital (kita membicarakan model yang banyak diminati) tidak membuat semua range shutter speed di mode A dan P berfungsi. Mungkin shutter speed paling lambat yang tersedia di mode A dan P hanya sekitar 1/3 detik. Kecepatan tersebut tidak mencukupi untuk fotografi malam. Untuk mengakses shutter speed yang lebih lama, anda mungkin perlu untuk memilih satu dari tiga Shooting Modes, misalnya, Shutter-Priority, atau bahkan mungkin menggunakan mode full manual.

Jadi pastikan kamera digital anda mempunyai mode full manual dan memungkinkan untuk mengakses full range shutter speed lambat dalam mode tersebut.

Self-Timer dan Remote Controller

Fitur lain yang anda inginkan dari kamera digital anda adalah mempunyai self-timer, atau idealnya, sebuah remote controller. Tujuannya adalah untuk memungkinkan anda menekan tombol shutter release tanpa menyebabkan kamera bergoyang. Saya secara khusus menyukai remote controller, tetapi tidak setiap kamera dilengkapi dengan kemampuan dan pilihan tersebut.

Tetapi sebagian besar, kamera mempunyai self-timer. Biasanya self-timer dihitung mundur dari 10 sampai 1 detik. Biasanya disediakan pilihan timer yang lebih cepat sekitar 2 detik. Semakin cepat semakin baik karena tidak membuang moment terlalu banyak.

Tripod

Asesoris yang di rekomendasikan adalah tripod yang kokoh. Ketika anda membiarkan shutter tetap terbuka untuk waktu yang lama, kamera membutuhkan kondisi yang diam seperti batu, jika tidak anda akan mendapatkan gambar yang kabur.

Contoh

OK, jadi kita mempunyai kamera digital dan sebuah tripod, kita sudah siap untuk menjelajah malam mencari gambar yang menarik. Ketika menemukan satu, setting kamera dan tripod, fokuskan, dan kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi J

Gambar dibawah ini menunjukkan apa yang terjadi ketika anda mengambil gambar menggunakan mode P, lalu di mode manual dengan beberapa kombinasi variasi shutter speed yang berbeda. Kamera berada di atas tripod untuk ketiga gambar dibawah ini :

Programmed Auto Mode - Underexposed

Fujifilm FinePix E550

7.2mm, Programmed Auto, Pattern
Shutter Speed 1/4 sec., Aperture F2.8, ISO 80

Contoh gambar di atas, kamera menggunakan shutter speed yang paling lambat dan aperture yang paling besar yang tersedia di Mode P dan pada Focal Length yang paling lebar. Gambar tersebut dikatakan underexposure.

Manual Mode - Overexposed


Fujifilm FinePix E550
7.2mm, Manual, Pattern
Shutter Speed 3 sec., Aperture F2.8, ISO 80

Berganti ke manual mode memungkinkanku untuk mengakses shutter speed ter lama yang tersedia di kamera, 3 detik. Ketika mempertahankan aperture pada F/2.8 (aperture terbesar yang tersedia). Efeknya lebih baik secara tiba-tiba, tetapi itu terlihat sedikit terlalu terang, memberikan efek seperti daylight. Jika efek ini yang anda cari, maka selesai untuk anda. Tetapi jika anda ingin menangkap mood malam, silakan baca lagi.

Sekarang hanya tinggal masalah mengatur shutter speed dan/atau aperture untuk mendapatkan exposure yang diinginkan. Saya memilih untuk menutup aperture agar menambah depth of field.

Manual Mode - Correct Exposure


Fujifilm FinePix E550
7.2mm, Manual, Pattern
Shutter Speed 3 sec., Aperture F4.0, ISO 80


Menutup aperture ke F/4.0, membuat gambar lebih terlihat enak dipandang dengan area Gelap yang mengindikasikan waktu malam (senja,sebenarnya) dan area yang cukup terang.

ISO

Untuk tiga gambar di atas, saya menggunakan ISO 80, ISO yang paling rendah yang tersedia untuk kualitas gambar yang baik. Tetapi apa yang terjadi jika pada shutter speed 3 detik dan F/2.8 (cth, pada exposure maximum, exposure yang memungkinkan untuk kamera tertentu), gambar yang dihasilkan masih saja terlalu gelap, kenapa? Dalam kasus ini, saya akan meningkatkan sensitifitas image sensor ke ISO yang lebih tinggi. Sekadar mengingatkan, meningkatkan ISO juga akan menambah jumlah noise yang akan terlihat pada foto anda.

Technique

> Ambil sejumlah gambar pada kombinasi shutter speed dan aperture yang berbeda

> Cepat lihat kembali gambar yang telah anda ambil

> Pastikan brightness LCD anda di set ke normal, tidak terang, maksudnya untuk representasi gambar yang nyata

> Aperture awal yang baik adalah F/4 atau F/5.6 (untuk depth of field yang lebih baik), dan set shutter speed naik dan turun sampai anda puas dengan jepretan anda

Untuk pengukuran yang baik, ambil gambar extra melebihi setting exposure anda. Contohnya, jika anda secara progresive menggunakan shutter speed paling lama, dan anda pikir anda menemukan yang paling cocok, ambil gambar extra dengan shutter speed yang lebih lama lagi. Sebaliknya, jika anda secara progresive menggunakan shutter speed ter cepat, ambil gambar extra menggunakan shutter speed yang lebih cepat.

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58 :59 :60 :61
:62 :63

Leave a Reply

wibiya widget