Read more: http://bambang-gene.blogspot.com/2011/03/pasang-meta-tag-di-blog-supaya-seo.html#ixzz1FYQ9VUp5 TUNGKAL FOTOGRAFI: Expresi yang menarik dalam Fotografi

TUNGKAL FOTOGRAFI

TUNGKAL FOTOGRAFI BELAJAR DAN SALING BERBAGI INFORMASI

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis

Silahkan Gabung

apakah anda suka

ARTIKEL TERBARU

Thumbnail Recent Post

POSTING FOTO & ARTIKEL

romeo.basingje@yahoo.com

Pelabuhan Roro Tungkal Jambi

Nuansa senja di kota tungkal pesisir jambi

Landscafe sunset lokasi sungai pengabuan

Sunset dan degradasi awan yang merupakan fenomena alam yang kita tidak dapat memprediksikannya kapan dia berubah

Sunset lokasi sungai betara

SUNSET

Saat senja menjelang di kota kuala tungkal pantai pesisir jambi



Seringkali anda mendengar orang berkata “ Saya tidak suka berpose formal untuk dipotret karena saya akan tampak kaku. Bisakah saya dipotret tanpa pengaturan formal yang biasa?”. Beruntunglah kita karena saat ini pemotretan telah berubah ke era baru. Kaku, tidak nyata, tidak alami sudah bukan lagi satu-satunya pilihan fotografer. Fotografer biasanya akan mengarahkan pemotretan formal standar, termasuk lokasi, pose dll. Lalu, fotografer akan mengarahkan objek nya untuk mengeluarkan ekspresi yang lebih natural melalui dialog atau berinteraksi dengan objek lainnya. Inilah beberapa langkah untuk mendapatkan potret yang menarik :


1. Lokasi, lokasi, lokasi
Seperti bila anda menginginkan pemotretan formal, carilah lokasi yang bisa memfasilitasi tampilan dan rasa yang ingin anda tampilkan di foto anda. Lokasi ini harus cocok dengan kepribadian subjek foto, dan kreatif lah merangsang ekspresi dan pose yang anda inginkan

2. Pertimbangkan pencahayaan anda
Perhatikan lokasi pemotretan anda agar mendapatkan cahaya yang berkualitas. Apakah cahaya yang ada terlalu tajam, kontras dan menimbulkan perasaan yang dramatis? Apakah cahaya yang ada lembut, menimbulkan mood bernostalgia? Bila cahaya yang tersedia tidak cukup untuk menghasilkan foto yang diinginkan, tambahkan cahaya menggunakan reflector atau flash camera

3. Atur adegan anda
Tempatkan subjek anda sesuai dengan adegan yang anda inginkan. Ingat bahwa anda tidak hanya mengambil bagian tengah atau detail dari foto anda, namun anda tengah menceritakan suatu kisah. Kisah mengenai subjek anda termasuk lokasi, keterkaitan dengan adegannya dan mood yang anda timbulkan.

4. Arahkan subjek anda
Anda tidak perlu mengarahkan subjek anda dengan aneka gaya yang sulit. Setidaknya, perhatikan penempatan kaki, lutut dan bahu subjek anda. Selama anda mengarahkan gaya dari beberapa variasi dan level dari sendi-sendi ini, anda akan baik-baik saja.

5. “Break” the shot
Anda kira semuanya sempurna? Sekarang saatnya membuat semuanya tampak alami. Minta subjek anda untuk rileks, biarkan mereka untuk menentukan pose sendiri dengan mengajak mereka berbincang, atau biarkan subjek anda berinteraksi dengan sekitarnya. Capailah ekspresi yang otentik, pose yang natural, dan foto yang artistic dengan melepaskan ekspektasi mengenai “kesempurnaan”. Karena, kehidupan itu sendiri pun tidak sempurna. Kunci mendapatkan foto yang sempurna adalah mengatur elemen yang tidak sempurna.

6. Potret
Perhatikan moment “setelah” dan momen “spontan”. Seringkali momen yang cantik justru timbul setelah anda menurunkan kamera dari mata anda. Biarkan subjek anda berpikir bahwa anda telah selesai dengan settingan itu, dan ambillah foto saat mereka rileks dan alami, seperti saat melepaskan topi, merapikan rambut, atau belaian di punggung pasangan. Anda tidak bisa menebak,apa yang bisa anda dapatkan.
Sumber : digitalphotographyschool.com

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58 :59 :60 :61
:62 :63

Leave a Reply

wibiya widget