Read more: http://bambang-gene.blogspot.com/2011/03/pasang-meta-tag-di-blog-supaya-seo.html#ixzz1FYQ9VUp5 TUNGKAL FOTOGRAFI: Ingin Menambah Koleksi Lensa ?

TUNGKAL FOTOGRAFI

TUNGKAL FOTOGRAFI BELAJAR DAN SALING BERBAGI INFORMASI

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis
Ensiklopedia Tips Tutorial

Free Online Software Download

Silahkan Gabung

apakah anda suka

ARTIKEL TERBARU

Thumbnail Recent Post

Blog ini ada di Komunitas Blogger Indonesia -AntarBlog-

POSTING FOTO & ARTIKEL

romeo.basingje@yahoo.com

Pelabuhan Roro Tungkal Jambi

Nuansa senja di kota tungkal pesisir jambi

Landscafe sunset lokasi sungai pengabuan

Sunset dan degradasi awan yang merupakan fenomena alam yang kita tidak dapat memprediksikannya kapan dia berubah

Sunset lokasi sungai betara

SUNSET

Saat senja menjelang di kota kuala tungkal pantai pesisir jambi

Seseorang yang baru saja memulai hobi fotografi dengan membeli sebuah kamera dengan lensa kit, umumnya akan memiliki pertanyaan yang sama pada saat ingin menambah koleksi atau menambah range fotografi yang ingin ditangkapnya. Entah itu dengan alasan untuk melengkapi range jangkauan, menambah koleksi lensa, keinginan untuk memfokuskan diri ke suatu fotografi dengan minat yang lebih khusus, fotografi bidang macro misalnya, dan sebagainya. Pastinya pertanyaan yang sama yang akan muncul saat ingin membuat pertimbangan-pertimbangan dalam membeli lensa barunya, yaitu: "Lensa apa yang harus saya beli selanjutnya?"

Dan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu, yang harus diketahui oleh si fotografer adalah mencoba untuk memilah antara kebutuhan dan keinginan. Tidak ada pilihan yang salah dalam pilihan ini. Kebutuhan lebih berorientasi, bahwa lensa yang ingin dibeli adalah lensa yang dibutuhkan untuk dapat menangkap momen yang ingin difoto.

Misalnya Setelah menggunakan lensa dengan range 18-55mm, dan kemudian menemukan minat baru dalam melakukan fotografi landscape karena lensa yang dimiliki ternyata tidak bisa menangkap "selebar" yang diinginkan, maka faktor ini yang mendorong fotografer untuk membeli lensa yang lebih wide, 10-22mm, 10-20mm, 11-18mm, dan seterusnya.

Pun, setelah menggunakan lensa sekelas 18-55mm yang umumnya mempunyai build quality, kontras dan warna yang masih di level "cukup" untuk menghasilkan gambar yang lebih baik, terkadang seorang fotografer juga memiliki kecenderungan untuk memiliki lensa yang lebih baik dalam hal performa kecepatan fokus, kualitas optik, kontras dan sebagainya. Misalnya, keinginan untuk membeli lensa 17-40mm L untuk CANON atau 17-55mm untuk NIKON, yang lebih didasarkan pada keinginan untuk memiliki lensa yang lebih baik dari sebelumnya. Pilihan ini pun tidak salah.

Dari 2 pilihan tersebut, tidak ada pilihan yang salah ataupun benar. Umumnya yang terjadi adalah pilihan yang lebih baik yang bisa diambil pada saat mengambil keputusan untuk membeli lensa yang baru. Bisa jadi kebutuhan untuk lensa dengan range yang lebih lebar merupakan keputusan yang baik pada saat ingin mendapatkan sudat pandang yang lebih lebar dalam mengambil gambar, namun merupakan keputusan yang kurang tepat jika ingin lebih berkonsentrasi untuk mengambil gambar lebih cepat dalam kondisi pencahayaan yang kurang.

Untuk mendapatkan jawaban yang pas untuk mendapatkan pertimbangan yang yang lebih baik dalam membeli sebuah lensa. Jawaban yang paling tepat akan datang dari fotografer itu sendiri, yang memiliki pengetahuan lebih akan kondisi dan permasalahan yang lebih sering dihadapi. Jadi seharusnya fotografer sudah memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti di atas," Lensa apa yang harus saya beli selanjutnya?".

Untuk memulai pertimbangan-pertimbangan dalam membeli lensa. Ada baiknya setiap fotografer yang berminat untuk melakukan investasi lensa ini, menyusun pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

  1. Lensa apa saja yang anda miliki hingga saat ini ?
  2. Apa minat anda dalam fotografi hingga saat ini ?
  3. Apa keterbatasan yang anda sering temui saat melakukan pemotretan ?
  4. Apakah keterbatasan itu termasuk keterbatasan untuk bisa memotret dengan jarak yang lebih dekat ?
  5. Apakah keterbatasan itu dalam bentuk tidak bisa mendapatkan eksposure yang lebih baik ? fokus yang kurang akurat, fokus yang kurang cepat, kontras yang rendah dan sebagainya.
Sejujurnya pilihan seorang fotografer pemula akan tidak begitu sulit karena umumnya setiap pemula akan memulai hobi fotografinya dengan menggunakan lensa kit seperti 18-70mm, 18-55mm, 17-85mm, 18-135mm ataupun 24-105mm. Maka lensa yang selanjutnya layak untuk dipertimbangkan, jika ingin menambah range jangkauan yang bisa difoto adalah berdasarkan keterbatasan yang dialami selama menggunakan lensa-lensa tersebut dan sebaiknya tidak terjadi overlapping yang tinggi dengan range lensa sebelumnya. Misal, setelah memiliki lensa 18-70mm untuk mendapatkan lensa dengan kemampuan tele yang lebih panjang maka lensa 18-135 bukanlah jawaban yang pas. Tentunya lensa 70-300mm bisa jadi pilihan yang lebih tepat.

Jadi secara praktis, umumnya pilihan dalam berinvestasi lensa adalah untuk membeli lensa yang memliki range jangkauan yang selama ini tidak bisa dikejar saat pemotretan (baik itu lebih lebar atau pun lebih tele), ataupun lensa dengan kemampuan yang lebih baik dalam kemampuannya di daerah yang memiliki pencahaayaan kurang (atau memiliki nilai diafragma yang besar). namun kali ini pembahasan akan lebih difokuskan pada kebutuhan atau keinginan untuk menambah range jangkauan lensa. Malah bila perlu mencari lensa dengan kemampuan untuk melakukan pemotretan yang lebih dekat sehingga didapatkan pembesaran yang tinggi dengan menggunakan lensa micro atau macro.


Lensa Tele


Menambahkan lensa tele ke dalam koleksi lensa anda, seperti 55-200mm atau 70-300mm, mungkin merupakan pilihan yang logis untuk menambah range lensa yang semual dari lensa kit. Dengan menggunakan lensa yang lebih tele, akan didapatkan perbesaran yang lebih untuk obyek foto dengan jarak yang sama dibandingkan lensa normal zoom atau lensa kit anda misalnya.

Atau ada saat di mana fotografer tidak dapat melakukan pemotretan lebih dekat lagi ke obyek foto karena keterbatasan dalam pemotretan misalnya pagar, sungai atau pun obyek foto di alam yang sangat berbahaya jika didekati. memotret Singa dalam taman safari misalnya.

Contoh foto dengan menggunakan lensa tele.

Lensa Lebar

Namun jika yang dialami adalah kesulitan untuk memasukkan semua elemen ke dalam sebuah frame sementara ruang untuk lebih mundur dalam mengambil gambar sudah tidak ada lagi, maka lensa yang dibutuhkan adalah lensa yang lebih lebar. Lensa dengan range 10-20mm, 10-22mm, 11-28mm atau 12-24mm merupakan pilihan yang cukup tepat untuk menjawab kebutuhan ini, kecuali anda menggunakan kamera dengan kemampuan full frame untuk kamera 35mm, maka range hingga 12mm sudah merupakan focal length yang sangat lebar bagi kamera anda.

Menggunakan lensa yang sangat lebar merupakan pilihan yang sangat menarik karena mampu menangkap area yang lebih luas (vista), bermain dengan efek distorsi namun akan lebih baik jika ditampilkan dengan komposisi yang baik dengan menyertakan elemen foreground hingga didapatkan "efek kedalaman" yang baik dalam sebuah foto. Penggunaan lensa yang lebih lebar lebih cenderung akan memberikan kesan "story telling" pada sebuah foto karena padanan elemen-elemen mulai dari foreground, middleground hingga background menjadi satu kesatuan cerita dalam sebuah foto.

Contoh foto dengan lensa wide

Lebih Dekat

Jika ingin memotret obyek foto lebih dekat dengan tingkat detail yang tinggi, ada beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk membuat jarak fokus dari kamera ke obyek foto menjadi lebih dekat. Contoh: penggunaan belows, extension tube, diopters, reversed lens,namun pilihan terbaik dan termudah adalah dengan menggunakan lensa micro/macro.

Pilihan focal length untuk lensa macro pun beragam, mulai dari lensa normal 50mm, 55mm, 60mm, tele foto seperti 85mm, 90mm, 100mm atau pun 105mm serta tele 150mm, 180mm dan 200mm, umumnya akan memberikan perbesaran yang kurang lebih sama di jarak fokus terdekatnya.

Jadi pemilihan focal length untuk lensa macro akan lebih didasarkan pada jarak kerja yang diinginkan. Jika obyek foto adalah foto produk, tentu akan memilih lensa dengan range yang lebih pendek (50mm, 55mm atau 60mm). Tapi jika untuk memotret obyek foto yang membutuhkan jarak lebih jauh agar tidak mengganggu obyek foto seperti kupu-kupu, serangga, dan sebagainya akan lebih mudah jika menggunakan lensa dengan range lebih tele, misalnya 180mm. Namun bukan berarti memotret serangga tidak bisa menggunakan lensa 60mm, namun effortnya akan lebih besar karena fotografer akan butuh kesabaran dan kamuflase yang cukup baik untuk mendapatkan hasil foto macro serangganya.

Selain itu masih ada efek perspektif kontrol pada lensa macro misalnya 85mm PC yang dapat digunakan untuk menghasilkan efek perspektif atau pun membuat efek perspektif jadi berkurang saat melakukan pemotretan. Namun adanya efek ini, juga akan membuat lensa menjadi lebih mahal.

Contoh foto dengan lensa macro.

Lensa Dengan Efek Khusus
Ada juga pilihan untuk mendapatkan efek khusus seperti area gambar yang melengkung seolah dilihat oleh mata ikan sehingga timbul kesan yang tidak biasa atau "out of the world". Namun untuk lensa-lensa dengan efek khusus seperti ini, cenderung mahal dan harus hati-hati dalam penggunaannya karena efek distorsinya yang sangat hebat. Bahkan jika tidak bijak menggunakannya, bisa merusak gambar yang ingin dihasilkan.
Pilihan-pilihan lensa dengan efek ini atau disebut dengan lensa fish eye, juga tersedia dalam produk 3rd party dengan harga yang lebih bersahabat, tersedia dalam focal length yang fix pada umumnya (8mm, 10,5mm, 15mm, 16mm dan seterusnya). Namun kini juga tersedia dalam bentuk zoom seperti yang dibuat oleh Pentax atau pun Tokina dengan lensa fish eye 10-17mm atau 17-28mm.
Contoh foto dengan menggunakan lensa fish eye

:10 :11 :12 :13
:14 :15 :16 :17
:18 :19 :20 :21
:22 :23 :24 :25
:26 :27 :28 :29
:30 :31 :32 :33
:34 :35 :36 :37
:38 :39 :40 :41
:42 :43 :44 :45
:46 :47 :48 :49
:50 :51 :52 :53
:54 :55 :56 :57
:58 :59 :60 :61
:62 :63

Leave a Reply

wibiya widget